Jangan di Klik

Featured Post Today
print this page
Latest Post
Showing posts with label syadziliyah. Show all posts
Showing posts with label syadziliyah. Show all posts

Di Sini Tidak Ada Penyesalan, Yang Ada Cinta Kepada Allah dan Rasul-Nya

Bagi jamaah PETA yang sering atau pernah ke Pondok PETA Tulungagung, sangat familiar dengan tulisan besar di dinding tembok pondok PETA

"DI SINI TIDAK ADA PENYESALAN,
YANG ADA CINTA KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA. DISAMPING MENGERTI HAKNYA SEBAGAI HAMBA DAN HAKNYA TERHADAP SESAMA"

Ketika ada seorang Habaib dari Surabaya menanyakan tentang maksud kalimat tersebut, maka Syekh Abdul Djalil Mustaqim menjelaskan dengan perincian berikut :

1. DI SINI TIDAK ADA PENYESALAN
Yang dimaksud DI SINI adalah Di Dunia Ini. Beliau mengatakan bahwa penyesalan yang akan benar benar terjadi adalah besuk ketika DI SANA (Akhirat)
Bahkan ketika jasad seseorang akan dimasukkan ke liang lahat maka ruh orang tersebut akan didatangi "teman-teman" mereka semasa hidup di dunia.
Teman itu adalah amal perbuatan yang mereka lakukan selama hidup di dunia

Amal yang baik akan datang dalam bentuk yang menyenangkan dan berbau harum.

Amal yang buruk akan datang dalam bentuk yang menjijikkan, menakutkan, dan berbau busuk.

Maka pada saat itulah seseorang akan merasakan penyesalan yang sesungguhnya.

Oleh karena itu sebenarnya PENYESALAN DI DUNIA ini adalah semu adanya.

2. YANG ADA CINTA ALLAH DAN RASUL-NYA.
Senyampang kita hidup DI SINI (dunia) kita diajarkan agar kita pergunakan untuk belajar dan berusaha cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Segala bentuk peribadatan yang kita lakukan supaya didasari rasa cinta kepada Allah SWT.

Sedangkan cinta kepada Rasul-Nya dibuktikan dengan mengikuti sunah sunah Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan memperbanyak membaca sholawat atas Beliau SAW.

3. DI SAMPING MENGERTI HAKNYA SEBAGAI HAMBA.
Selain kita berupaya untuk cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, kita juga dituntut mengerti hak kita sebagai hamba Allah SWT.

HAK KITA sebagai hamba Allah SWT adalah :
- MENGABDI (beribadah)
- RIDHO atas ketentuan ketentuan-Nya

4. DAN HAKNYA TERHADAP SESAMA
Hak kita terhadap sesama manusia dan makhluk lainnya :
- Kita diwajibkan berinteraksi dengan sesama manusia sesuai dengan tuntutan agama
- Kita juga harus mengerti bahwa mereka sebagai hamba Allah juga memiliki hak untuk menapaki garis nasib dan jalan hidup mereka masing-masing

* Copas dari ustad murid
   Dari ustad abd aziz
   Dari yuliana muchtar
   Kiriman nizam azabani

0 comments

SYEIKH ABDUL DJALIL MUSTAQIM

SYEIKH ABDUL DJALIL MUSTAQIM

Hadratusy Syaikh Abdul Djalil Mustaqim sangat sarat dengan kesejatian seorang Sufi. Beliau selalu akrab menyambut tamu- tamunya, tutur katanya halus dan santun, disertai senyum yang menyejukkan. Hampir setiap hari beliau menerima tamu, tak pernah tampak lelah pada raut mukanya. Setiap kali beliau memasuki ruangan yang terletak tak jauh dari rumahnya, puluhan tamu serentak berdiri menghormati sembari berebut ingin menyalaminya. "Jadi Sufi itu harus banyak senyum. Dan jangan merasa terbebani persoalan-persoalan berat." Katanya.

Beliau lahir di Tulungagung 20 juni 1943. Putra dari Syaikh Mustaqim bin Husain yang juga seorang mursyid dan seorang pejuang kemerdekaan. Sejak masa kanak-kanak, beliau belajar agama pada Ayahandanya sendiri. Begitu lulus Sekolah Rakyat, beliau merobek ijazahnya, dan membuangnya ke sungai. Ayahnya kaget, lalu menegurnya. "Bah, ijazah kan benda mati yang tidak bakal dibawa ke liang kubur." Kata Syaikh Djalil kecil saat itu.

Sejak itu, beliau bertekad menuntut ilmu agama dari pesantren ke pesantren. Beliau pernah nyantri di pondok Pesantren Mojosari, Desa Loceret, Nganjuk-Jatim (1959-1970), kemudian di Ponpes Ploso, Desa Mojo, Kediri-Jatim. Tekadnya yang besar untuk menuntut ilmu, mendorongnya mengembara dari pesantren ke pesantren di seluruh Jawa, walaupun hanya mampir satu dua hari atau sampai dua minggu. Bisa dipahami jika beliau punya banyak guru. Ada kejadian lucu ketika beliau suatu saat berguru kepada seorang Kyai. kawan- kawannya sering memanggilnya "Mbah" karena perilaku dan sikapnya sudah seperti orang tua. Pernah suatu ketika ada seorang pelacur menemuinya, minta doa agar 'Bisnis' nya laris. Dengan baik Syekh Djalil menerima tamu istimewa itu seperti beliau menerima tamu-tamu yang lain. "Dia datang minta doa penglaris, ya.. saya beri," Katanya enteng. Tapi tentu saja doa sang Sufi bukan sembarang doa, apa yang terjadi setelah itu? Beberapa hari kemudian perempuan itu datang lagi sambil menangis, perempuan itu bertobat.

Syeikh Djalil punya hobi bersedekah. "Ayah saya sangat memanjakan anak-anaknya (7 anak; 4 putra, 3 putri). Dulu beliau sangat sengsara mencari makan (profesi Mbah Mustaqim adalah tukang Sol sepatu). Karena itu beliau berpesan supaya anak-anaknya harus suka bersedekah, karena sedekah merupakan bagian salah satu cara untuk keluar dari kesengsaraan." Tuturnya. Maka, baginya bersedekah merupakan bagian dari Tirakat, sebuah upaya untuk memenangkan perang batin antara kehendak menyimpan benda (untuk diri sendiri) dan memberi benda yang kita miliki (untuk orang lain).

Dan sebagai Sufi, beliau tidak terlalu mementingkan uzlah atau menyepi untuk merenung. Menurutnya, mengamalkan tarekat sebagai seorang sufi bukan hanya memegang tasbeh, berdzikir di masjid, atau melakukan zawiyah/uzlah tanpa mempedulikan kehidupan duniawi dan kepentingan masyarakat. Menurutnya, shalat 5 waktu dengan disiplin, mencari nafkah dengan jujur, menuntut ilmu dengan bersungguh-sungguh, merupakan kehidupan bertarekat. "Tapi ingat, jangan sampai semua itu menyebabkan kita melupakan Allah SWT. Enggak ada larangan berbisnis bagi pengikut tarekat. Bisnis tidak menghalangi seseorang untuk masuk surga. Sebab ada berjuta jalan menuju Allah," Katanya.

Dan kini, Jumat 7 januari 2005, Syeikh Djalil yang penyabar telah menghadap Allah SWT. Pesan-pesan yang saya pernah dengar langsung dari beliau, antara lain:

Belajar tarekat itu wajib bagi manusia yang imannya tipis, karena sepersekian detik pun manusia tidak pernah lepas dari pikirannya akan dunia (istri, anak, finance, pekerjaan, studi, dll).Saya ini selalu sabar menjalani cobaan, meskipun disakiti orang-orang dekat dan teman sejawat. Tapi hati ini selalu saya tata untuk tetap tenang tanpa emosi walau berhadapan dengan model/karakter orang yang berbeda-beda, sekalipun yang menemuiku seorang penjahat.Tarekat itu anti maki-maki, tapi menyelesaikan masalah dengan musyawaroh, karena wong tarekat itu ahli dzikir bukan dengan akal pikiran yang selalu ditumpangi hawa nafsu.Wong Syadziliyyah itu kendel, harus berjuang untuk rakyat. Musti mendahulukan kepentingan-kepentingan umum seperti membuat madrasah, membuat masjid, atau dengan rajin puasa.Kondisi dan situasi negara ini sulit di prediksi oleh akal rasional, karena negeri ini adalah negeri yang paling banyak Waliyullahnya.Saya ini banyak mengkader murid, tapi tetap saja tidak resah meskipun tidak ada yang jadi. Dan lain-lain.

KISAH SYEIKH ABDUL DJALIL MUSTAQIM

( menyambut Haul PETA 181015 )
MBAH e (01)
Tanpa diduga mbah Jalil lansung masuk ke pondok dan berbicara dihadapan santri senior yg barusan selesei dari makam.
"kowe penak, sisok ndek oro-oro mahsyar iso lansung budal (kumpul bersama rombongan) nek aku gak iso lansung budal.."
mbah Jalil melanjutkan dawuhnya lagi "gusti Allah nakoni aku, Jalil ...endi pertanggung jawabanmu nang santri-santrimu ..."
terlihat para santri senior mulai mandi keringat mendengar dawuh mbah Jalil, "aku ngereni, aku bakalan ngenteni kabeh santri-santriku kabeh,"
* masya Allah....ngapunte mbah Jalil, pangestune....

( menyambut Haul PETA 181015 )
MBAH e (02)

Ditengah - tengah dzikir santri ini terlelap dan bermipi, dalam mimpinya ia didatangi seorang wanita yg mengaku sebagai nyai ratu roro kidul,
"kamu kepingin apa...?" tanya ratu
"aku gak minta apa2..." jawab santri
ratu nyai roro kidul lalu mengambil emas batangan dan diperlihatkan kepada santri
"mau ini...." rayu ratu
"tidak..." jawab santri
lalu ratu nyai roro kidul mengambil banyak sekali emas batangan berkarung-karung menawarkan kepada sisantri, tapi santri ini tetap tidak mau dan tidak goyah sedikitpun.
"apa kamu minta masjid dari emas?...itu lihatlah.."kata ratu sambil menunjukkan kpd santri. terlihatlah masjid besar terbuat dari emas berkilauan, santri ini takjub dan hatinya menjadi goyah. santri ini mulai mendekati masjid dan berkeinginan masuk, setelah dekat tiba-tiba santri ini mendengar orang bertepuk-tepuk sambil memanggilnya.
"ojok...ojok.... ojok gelem, iku mbujuk'i..."
santri ini menoleh melihat siapa yg memanggilnya dan melarangnya masuk masjid emas dilihatnya sosok gurunya mbah Jalil melambaikan tangan memanggilnya, ternyata mbah jalil yg telah menyelamatkannya dari godaan ratu nyai roro kidul. nyai ratu begitu ketakutan melihat kedatangan mbah Jalil,
"ngapunten mbah Jalil, kulo mboten semerap nek niki santri panjenengan.... " ucap nyai ratu sambil berjalan pergi.

( menyambut Haul PETA 181015 )
MBAH e (03)
Diserambi pondok tampak mbah Jalil dan santri sepuh mbah soleh sedang duduk bersila sambil bercengkrama. Tidak begitu lama datang seorang tamu wanita yang tampak modis sekali. Dilihat dari cara memakai kerudungnya kelihatan kalau wanita ini tidak terbiasa berbusana muslimah,
"assalamu'alaikum...pak kiyai Jalil ada ?" sapa wanita itu.
"wa'alaikum salam...iya saya sendiri...." jawab mbah Jalil, rupanya wanita ini tidak pernah bertemu mbah jalil sehingga tidak tahu kalau prang didepanya ini mbah kiai jalil. Setelah duduk dihadapan mbah Jalil tanpa malu-malu wanita ini lansung berkata kpd mbah jalil.
"begini kiai, saya ini seorang pelacur, minta didoakan biar saya ini laris seperti dulu lagi, sudah beberapa minggu ini langganan saya sepi..."
Mbah Jalil tersenyum, beliau berkata :
"iya akan saya doakan" Mbah Jalil mengangkat tangannya dan berdoa, sedang wanita pelacur ini dg khusuk mengamini. Tampak mbah sholeh yang duduk disamping mbah jalil mengerutkan keningnya merasa penasaran melihat sikap mbah Jalil Setelah wanita itu pergi, mbah sholeh lansung bertanya kpd mbah jalil.
"ngapunten kyai, kok didoakan laris, itu kan pelacur kyai, semakin laris semakin banyak kemaksiatan yang terjadi.."
dengan santainya mbah jalil menjawab,
"aku jg ngerti leh...., biarpun wanita td minta doa penglaris aku tidak mendoakan itu..."
"Trus mbah kyai tadi doa bagaimana?" tanya mbah sholeh.
"aku doakan biar wanita td diberi hidayah oleh Allah dan diberi rizqi yang halal" jawab mbah Jalil.
Setelah dari mbah Jalil wanita pelacur ini lansung laris lagi, dulu sewaktu masih laris biasanya dia menerima langganan 5 orang tiap hari tapi sekarang bisa mencapai sepuluh 10 orang, orang jawa bilang "kebacut larise"
Pertama wanita ini tampak begitu senang karena sangat laris tapi lama-lama kewalahan karena begitu banyak pelanggan yang mengantri pada dirinya, wanita ini sangat tersiksa dg kondisi sangat larisnya ini, tubuhnya terasa capek dan tulangnya serasa copot semua.

Dimalam-malam berikutnya wanita ini mulai sering teringat dg mbah Jalil dg keampuhan doanya, wanita ini tetap mengira mbah Jalil mendoakan penglaris pd dirinya padahal tidak begitu. Wanita ini berhari-hari merenungi dirinya, wanita ini merasa bahwa Tuhan masih mengasihinya, dg bukti bahwa mbah jalil yang seorang kyai masih mau menerima dan mendoakan dirinya walau dirinya seorang pelacur. Wanita ini mulai malu kepada Allah, membalas kenikmatan Allah dg kemaksiatan, ia akhirnya bertekad untuk tobat dg nyantri kepada mbah jalil. Ketika mbah jalil melihat kedatangan wanita ini, cepat-cepat beliau memanggil mbah sholeh untuk mendampinginya Wanita pelacur ini akhirnya ikrar tobat dihadapan mbah Jalil dan nyantri kpd beliau, mbah Jalil lalu memberi aurod kpdnya. Setelah wanita ini berpamitan mbah Jalil berkata kpd mbah sholeh
"kamu kenal wanita tadi....?"
"mboten yi..." jawab mbah sholeh
"itu wanita yang dulu pernah kesini minta doa penglaris..." kata mbah Jalil
"masya Allah jd wanita td yang pelacur dulu, kok sekarang jd beda ..." kata mbah sholeh heran
"iya dia sekarang memangg sudah tobat..." jawab mbah jalil

*) mbah sholeh adalah santri sepuh PETA, disebut sepuh bkn berarti mondoknya sudah sangat lama tapi sewaktu masuk nyantri di pondok mmg sdh sepuh hehehe...

( menyambut Haul PETA 181015 )
MBAH e (04)
Dulu sewaktu mbah Djalil pergi menghadap Allah banyak para murid yang tidak bisa serta merta menerima kenyataan tersebut. Seperti para sahabat yang ditinggal Nabi Muhammad kala itu, banyak para murid kyai Djalil yang tiba-tiba jadzab, ada juga murid kyai Djalil yang dalam jadzabnya berkata ingin sekali menyusul kyai Djalil krn ingin tetap berdekatan dg mbah Djalil, alhamdulillah murid tsb seminggu kemudian menyusul kyai Djalil. Ada peristiwa yang menurutku bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita, karena apa yang kita kita kira baik itu belum tentu menjadi benar karena sebab lain. Yaitu ketika ada salah satu murid kyai Djalil yang berdo’a :
"ya Allah ampunilah dosa-dosa kyai Djalil dan terimalah amal baik beliau"
Berhari-hari murid ini larut dalam dzikir dan selalu mendoakan kyai Djalil seprti doa tsb diatas Sewaktu murid ini pergi ke pondok PETA, dia bertemu ibu nyai Djalil, ibu nyai lansung menegur murid ini.
"kang nek ndungo ojok ngunu gak sopan, ojok ndungo dusone dingapuro amale diterimo, gak pantes, ndungoho njaluk pangestu ngunu ae...."
Murid ini kaget mendengar apa yang disampaikan ibu nyai, padahal selama ini ia berdoa sendirian tidak ada yang mendampingi dan itu dilakukan dirumahnya tidak dipondok PETA. Maksud ibu nyai Djalil mengatakan itu adalah apa yang dilakukan murid ini sama seperti orang miskin mendoakan orang yang kaya raya supaya bisa membeli makan pakaian dll, murid ini bagaikan si miskin dan mbah kyai Djalil orang yang kaya raya. Dan ini jg membuktikan ibu nyai Djalil jg bukan orang sembarangan, tidak bisa dibuat main-main dan di fitnah macam- macam.

( menyambut Haul PETA 181015 )
MBAH e (05)
Di waktu haul PETA beberapa tahun yang lalu, yang kebetulan waktu itu yang ceramah adalah habib umar al muhtohar dari semarang. Ditengah2 ceramah ada santri yang disuruh keluarga ndalem untuk membagikan nasi kotak kepada para hadirin yang berada didepan pondok, serta merta habib umar merasa terganggu ceramahnya, beliau menegur santri tsb supaya membagi nasinya nanti saja
"weh...weh...la po iku..."
Tapi beberapa saat kemudia habib umar berkata lagi
"oh yo terusno wes gak po po....."
Usat punya usut ternyata ketika habib umar menegur santri tersebut, habib umar melihat mbah Djalil ikut membantu santri membagikan nasi (insya Allah mbah Djalil waktu itu sudah satu tahun berpindah tempat dari dunia ke akhirat) Dan setelah habib Umar melihat mbah Djalil yg ikut membantu membagikan nasi beliau mempersilahkan santri untuk terus membagikan nasi. Ini pelajaran yang berharga bagi kita semua didalam menghadiri haul nanti, kita harus bersikap sopan santun, berpakaian yang rapi, jangan bersikap urakan karena beliau mbah Djalil sendiri yang menyambut dan menjamu kedatangan kita, walau kita tidak bisa melihat kehadiran beliau.

( menyambut Haul PETA 181015 )
MBAH e (06)
Tiba-tiba mbah Djalil mendatangi muridnya seorang santri senior sewaktu santri ini melakukan wirid.
"ayo ikut aku...." kata mbah Djalil "pegang tanganku, dan ikutilah apa yang aku baca" kata mbah Djalil lagi.
Santri ini memegang tangan mbah Djalil, dan mengikuti membaca dua kalimat Thoyyibah yang dibaca mbah Djalil.
"pejamkan matamu jangan kau buka sampai aku menyuruhmu..." pesan mbah djalil.
Tidak begitu lama mbah Djalil menyuruh santri ini membuka matanya, dan beliau berdua sudah berada dimakkah.
"mari kita thowaf...." ajak mbah Djalil.
Setelah melakukan thowaf mbah Djalil menyuruh santri ini memegang tangannya kembali dan berpesan seperti semula. Walau bagaimana santri ini jadi penasaran dan ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi, tanpa bisa dicegah beliau membuka matanya. Seketika itu juga beliau terpisah dg mbah Djalil, beliau celingak-celinguk berada disuatu daerah yang beliau tidak mengenalnya, setelah tanya kesana-kemari beliau tahu kalau dirinya berada didaerah sekitar Jakarta. Beliau berpikir bagaimana caranya pulang, karena beliau tidak membawa duit sama sekali, beliau memandangi dirinya yang bersarung, berpeci dan tidak memakai alas kaki, beliau tersenyum mengingat pengalamannya barusan, utunglah beliau teringat kalau mempunyai teman di daerah beliau terdampar. Setelah bertemu temannya beliau meminjam duit buat ongkos pulang, sejak itu sampai sekarang beliau selalu menyelipkan uang di peci / songkok hitamnya, buat jaga- jaga kalau peristiwa itu terulang kembali hehehehehe.....

( menyambut Haul PETA 181015 )
MBAH e (07)
Ketika kyai Saladin masih dalam kandungan, mbah Djalil sudah dawuh :
"inilah yang kelak jadi penggantiku (sesuai petunjuk)"
Dan sewaktu mas kyai Saladin masih kecil, mbah Djalil berkomentar :
"kelak Saladin ini kedudukannya melebihi kedudukanku, jauh berada diatasku..."
Sebelum mbah Djalil wafat beliau memberi gambaran dg jelas,
"besok di jaman Saladin banyak santri yang terkaget-kaget (dg kebijakannya), terjadi kegaduhan, dan banyak santri yang tidak percaya kepadanya..."

SELAMAT DATANG DI PONDOK PETA SEMOGA SELALU DIBERI KETETAPAN IMAN, HATI YG LAPANG DAN BERCAHAYA, SELAMAT DI DUNIA DAN DI AKHIRAT DAN DI BERI APA SAJA YANG HAROKAH DUNIA AKHIRAT.

Oleh: Damar Kasaenan
Sumber: http://sufiallusiy.blogspot.co.id/2016/05/syeikh-abdul-djalil-mustaqim.html?m=1

1 comments

Sekilas Riwayat Syekh Abu Hasan Al-Syadzili

Suatu ketika saat berkelana beliau Sayyidi Syech Abul Hasan Ali As-Syadzili r.a. berkata dalam hati, “Ya Allah, kapankah aku bisa menjadi hamba-Mu yang bersyukur?”

Kemudian terdengarlah suara, “Kalau kamu sudah mengerti dan merasa bahwa yang diberi nikmat hanya kamu saja.”

Beliau berkata lagi, “Bagaimana saya bisa begitu, padahal Engkau sudah memberi nikmat kepada para Nabi, Ulama dan Raja?”

Kemudian terdengar suara lagi, “Jika tidak ada Nabi, kamu tidak akan mendapat petunjuk, jika tidak ada Ulama kamu tidak akan bisa ikut bagaimana caranya beribadah, jika tidak ada Raja kamu tidak akan merasa aman. Itu semua adalah nikmat dari-Ku yang kuberikan hanya untukmu”.

ِِSyadziliyah adalah nama suatu desa di benua Afrika yang merupakan nisbat nama Sayyidi Syech Abul Hasan Ali Asy-Syadzili r.a. Beliau pernah bermukim di Iskandariya sekitar tahun 656 H. Beliau wafat dalam perjalanan haji dan dimakamkan di padang Idzaab Mesir. Sebuah padang pasir yang tadinya airnya asin menjadi tawar sebab keramat Sayyidi Syech Abul Hasan Ali Asy-Syadzili r.a. Beliau belajar ilmu thariqah dan hakikat setelah matang dalam ilmu fiqihnya. Bahkan beliau tak pernah terkalahkan setiap berdebat dengan ulama-ulama ahli fiqih pada masa itu. Dalam mempelajari ilmu hakikat, beliau berguru kepada wali quthub yang agung dan masyhur yaitu Sayyidi Syekh Abdus Salam Ibnu Masyisy r.a, dan akhirnya beliau yang meneruskan quthbiyahnya dan menjadi Imam Al-Auliya’.

Peninggalan ampuh sampai sekarang yang sering diamalkan oleh umat Islam adalah Hizb Nashr dan Hizb Bahr, di samping Thariqah Syadziliyah yang banyak sekali pengikutnya. Hizb Bahr merupakan Hizb yang diterima langsung dari Rasulullah saw. yang dibacakan langsung satu persatu hurufnya oleh beliau saw. Sayyidi Syech Abul Hasan Ali Asy-Syadzili r.a. pernah ber-riyadhah selama 80 hari tidak makan, dengan disertai dzikir dan membaca shalawat yang tidak pernah berhenti. Pada saat itu beliau merasa tujuannya untuk wushul (sampai) kepada Allah swt. telah tercapai. Kemudian datanglah seorang perempuan yang keluar dari gua dengan wajah yang sangat menawan dan bercahaya. Dia menghampiri beliau dan berkata, ”Sunguh sangat sial, lapar selama 80 hari saja sudah merasa berhasil, sedangkan aku sudah enam bulan lamanya belum pernah merasakan makanan sedikitpun”.

Beliau pernah khalwat (menyendiri) dalam sebuah gua agar bisa wushul (sampai) kepada Allah swt. Lalu beliau berkata dalam hatinya, bahwa besok hatinya akan terbuka. Kemudian seorang waliyullah mendatangi beliau dan berkata, “Bagaimana mungkin orang yang berkata besok hatinya akan terbuka bisa menjadi wali. Aduh hai badan, kenapa kamu beribadah bukan karena Allah (hanya ingin menuruti nafsu menjadi wali)”. Setelah itu beliau sadar dan faham dari mana datangnya orang tadi. Segera saja beliau bertaubat dan minta ampun kepada Allah swt. Tidak lama kemudian hati Sayyidi Syech Abul Hasan Ali Asy-Syadzili r.a. sudah di buka oleh Allah swt.

Demikian di antara bidayah (permulaaan) Sayyidi Syech Abul Hasan Ali As-Syadzili. Beliau pernah dimintai penjelasan tentang siapa saja yang menjadi gurunya? Sabdanya, “Guruku adalah Sayyidi Syech Abdus Salam Ibnu Masyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari Rasululah saw, Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Ustman bin ‘Affan r.a dan Ali bin Abi Thalib r.a, dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il dan ruh yang agung."

Beliau juga pernah berkata, “Aku diberi tahu catatan muridku dan muridnya muridku, semua sampai hari kiamat, yang lebarnya sejauh mata memandang, semua itu mereka bebas dari neraka. Jikalau lisanku tak terkendalikan oleh syariat, aku pasti bisa memberi tahu tentang kejadian apa saja yang akan terjadi besok sampai hari kiamat”.

Syech Abu Abdillah Asy-Syathibi berkata, “Aku setiap malam banyak membaca Radhiya Allahu ‘An Asy-Syech Abil Hasan Asy-Syadzili dan dengan ini aku berwasilah meminta kepada Allah swt apa yang menjadi hajatku, maka terkabulkanlah apa saja permintaanku. Lalu aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw. dan aku bertanya, “Ya Rasulallah, kalau seusai shalat lalu berwasilah membaca Radhiya Allahu ‘An Asy-Syech Abil Hasan Asy-Syadzili dan aku meminta apa saja kepada Allah swty. apa yang menjadi kebutuhanku lalu dikabulkan, seperti hal tersebut apakah diperbolehkan atau tidak?”.

Lalu Nabi saw. Menjawab, “Abul Hasan itu anakku lahir batin, anak itu bagian yang tak terpisahkan dari orang tuanya, maka barang siapa bertawashul kepada Abul Hasan, maka berarti dia sama saja bertawashul kepadaku”.

Pada suatu hari dalam sebuah pengajian Sayyidi Syech Abul Hasan Ali Asy-Syadzili r.a. menerangkan tentang zuhud, dan di dalam majelis terdapat seorang faqir yang berpakaian seadanya, sedang waktu itu Sayyidi Syech Abul Hasan Ali Asy-Syadzili berpakaian serba bagus. Lalu dalam hati orang faqir tadi berkata, “Bagaimana mungkin Syech Abul Hasan Ali Asy-Syadzili r.a. berbicara tentang zuhud sedang beliau sendiri pakaiannya bagus-bagus. Yang bisa dikatakan lebih zuhud adalah aku karena pakaianku jelek-jelek”.

Kemudian Sayyidi Syech Abul Hasan Ali Asy-Syadzili menoleh kepada orang itu dan berkata, “Pakaianmu yang seperti itu adalah pakaian yang mengundang senang dunia karena dengan pakaian itu kamu merasa dipandang orang sebagai orang zuhud. Kalau pakaianku ini mengundang orang menamakanku orang kaya dan orang tidak menganggap aku sebagai orang zuhud, karena zuhud itu adalah makam dan kedudukan yang tinggi”.

Orang fakir tadi lalu berdiri dan berkata, “Demi Allah, memang hatiku berkata aku adalah orang yang zuhud. Aku sekarang minta ampun kepada Allah dan bertaubat”.

Di antara Ungkapan Mutiara Sayyidi Syech Abul Hasan Ali Asy-Syadzili:

"Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini : pertama, senang dunia dan memilih dunia mengalahkan akherat. Kedua, ridha menetapi kebodohan tidak mau meningkatkan ilmunya.

Sebab-sebab sempit dan susah fikiran itu ada tiga : pertama, karena berbuat dosa dan untuk mengatasinya dengan bertaubat dan beristiqhfar. Kedua, karena kehilangan dunia, maka kembalikanlah kepada Allah swt. sadarlah bahwa itu bukan kepunyaanmu dan hanya titipan dan akan ditarik kembali oleh Allah swt. Ketiga, disakiti orang lain, karena kalau dianiaya oleh orang lain maka bersabarlah dan sadarlah bahwa semua itu yang membuat Allah swt. untuk mengujimu.

Kalau Allah swt. belum memberi tahu apa sebabnya sempit atau susah, maka tenanglah mengikuti jalannya taqdir ilahi. Memang masih berada di bawah awan yang sedang melintas berjalan (awan itu berguna dan lama-lama akan hilang dengan sendirinya).

Kamu jangan menunda ta’at di satu waktu, pada waktu yang lain, agar kamu tidak tersiksa dengan habisnya waktu untuk berta’at (tidak bisa menjalankan) sebagai balasan yang kamu sia-siakan. Karena setiap waktu itu ada jatah ta’at pengabdian tersendiri.

Kamu jangan menyebarkan ilmu yang bertujuan agar manusia membetulkanmu dan menganggap baik kepadamu, akan tetapi sebarkanlah ilmu dengan tujuan agar Allah swt. membenarkanmu.

Ada satu perkara yang barang siapa bisa menjalankan akan bisa menjadi pemimpin yaitu berpaling dari dunia dan bertahan diri dari perbuatan zhalimnya ahli dunia.

Setiap keramat (kemuliaan) yang tidak bersamaan dengan ridha Allah swt. dan tidak bersamaan dengan senang kepada Allah dan senangnya Allah, maka orang tersebut terbujuk syetan dan menjadi orang yang rusak.

Keramat itu tidak diberikan kepada orang yang mencarinya dan menuruti keinginan nafsunya dan tidak pula diberikan kepada orang yang badannya digunakan untuk mencari keramat. Yang diberi keramat hanya orang yang tidak merasa diri dan amalnya, akan tetapi dia selalu tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah dan merasa mendapat anugerah (fadhal) dari Allah semata, tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya."

Di antara keramatnya para Shidiqin ialah :
Selalu taat dan ingat pada Allah swt. secara istiqamah (kontineu).
Zuhud (meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi).
Bisa menjalankan perkara yang luar biasa, seperti melipat bumi, berjalan di atas air dan sebagainya.

Diantara keramatnya Wali Qutub ialah :
Mampu memberi bantuan berupa rahmat dan pemeliharaan yang khusus dari Allah swt.
Mampu menggantikan Wali Qutub yang lain.
Mampu membantu malaikat memikul Arsy.
Hatinya terbuka dari haqiqat dzatnya Allah swt. dengan disertai sifat-sifat-Nya.

Radhiya allahu ‘anhu wa a‘aada ‘alaina min barakatihi wa anwarihi wa asrorihi wa ‘uluumihi wa ahlaqihi, Allahumma Amiin.

رب فانفعنا ببركته واهدنا الحسنى بحرمته و أمتنا في طريقته و معافات من الفتن

اللهم احشرنا في في زمرته مع الأنبياء والمرسلين والشهداء والصالحين آمين

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻭﻛﺮﻡ ﻭﻋﻈﻢ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺍﺟﻤﻌﻴﻦ

يارب بالمصطفى بلغ مقاصدنا واغفرلنا مامضى ياواسع الكرم امين يامجيب السائلين برحمتك ياارحم الراحمين

0 comments
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. EKSPLORIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger