Jangan di Klik

Featured Post Today
print this page
Latest Post
Showing posts with label khutbah idul adha. Show all posts
Showing posts with label khutbah idul adha. Show all posts

Khutbah Bulan Dzulhijjah 2017 (3)

Khutbah Bulan Dzulhijjah 2017
Moh. Dliya’ul Chaq

Pendidikan Keimanan Dengan Cara yang Lembut

إنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِاللهَ فَهُوَ اْلمُهْتَدُ وَمَنْ يُظْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِياًّ مُرْشِدًا أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . أللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا  مُحَمَّدٍ وَعَلى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ. (إِتَّقُوْا اللهَ)2 حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم وَكَذَلِكَ وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ ءَامِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ اْلأَصْنَامَ {35} رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ {36}
....

Pada kesempatan kali ini, marilah kita berhenti sejenak meninggalkan aktifitas duniawi menuju aktifitas ukhrowi. Berhenti sejenak untuk muroqobah dan muhasabah atas apa yang telah kita lalui agar kita bisa menjadi lebih baik. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini kami mengajak pada kaum muslimin umumnya dan pribadi kami khususnya untuk selalu berusaha menjadi yang lebih baik dengan cara meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan selalu memantapkan hati untuk menjahui segala larangannya dan memantapkan keinginan untuk selalu menjalankan segala perintahnya sehingga aktifitas kita selalu bernilai ibadah. Karena kita dihadirkan ke dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah.

Mulia tidaknya kita di hadapan Allah, tidak ditentukan dengan banyaknya harta kita, banyaknya pengikut kita, banyaknya murid kita, tingginya pangkat kita, tetapi mulia tidaknya kita dihadapan Allah hanya ditentukan dengan kadar ketaqwaan kita kepada Allah.

Ma’asyirol Muslimin Rohimakumulloh…
Dalam Sahih Muslim terdapat riwayat Abdullah bin ‘Amru ra bahwa, suatu saat Rasulullah menangis saat membaca doa / ayat:
....

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ (35) رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
...

35. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.
36. Ya Tuhanku, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barang siapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Setelah membaca surat itu, sambil menangis dan mengangkat kedua tangannya beliau berkata: “Wahai Tuhanku, Ummati! Ummati! Ummati!”. Mengetahui hal ini, Allah swt berfirman kepada Malaikat Jibril: (اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ فَسَلْهُ مَا يُبْكِيكَ)“Wahai Jibril pergilah kepada Muhammad, dan Tuhanmu Maha Tahu. Tanyakan pada Muhammad, Apa yang menyebabkannya menangis?” Lalu jibril menemui Nabi Muhammad SAW. Dan nabi Muhammad memberitahukan akan kekhawatirannya akan ummatnya. Lalu jibril menyampaikannya pada Allah SWT. Maka Allah berfirman pada Jibril, (اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَقُلْ إِنَّا سَنُرْضِيكَ فِى أُمَّتِكَ وَلاَ نَسُوءُكَ) “beritahu kepadanya: Aku akan berikan apa yang engkau ridhoi dengan umatmu dan kami tidak akan menyusahkan-mu.”.

Ma'asyirol Muslimin Rohimakumulloh...
Doa tersebut adalah doa Nabi Ibrahim AS. Nabi yang minggu-minggu ini dikenang oleh jutaan ummat muslim seluruh dunia. Nabi yang membangun dasar2 keimanan melalui logika. Nabi yang sabar menghadapi raja yang akan melecehkan wanita tercantik di masa itu yang telah menjadi istri Nabi Ibrahim namun raja sinan tidak berhasil. Nabi yang dibakar hidup2 karena mempertahankan keimanannya. Walaupun sebenarnya Nabi Ibrahim bisa memanfaatkan mukjizatnya untuk menyelesaikan masalah. Nabi yang harus meninggalkan anak dan istrinya nabi ismail dan siti hajar di lembah sepi nan gersang. Nabi yang sabar mengalami ujian terberat dalam sejarah manusia, yakni menyembelih anaknya, nabi ismail as. Nabi yang telah lulus ujian dari Allah sehingga diberi keistimewaan bahwa nabi2 setelah zamannya adalah keturunan beliau, dari garis nabi ismail ataupun nabi ishaq.

Maasyirol Muslimin Rohimakumulloh...
Doa tersebut selain baik untuk kita baca, makna doa tersebut memberikan pelajaran kepada kita:
1. Pendidikan tentang keimanan, pendidikan tentang tauhid adalah yang paling utama karena itulah pondasi pemahaman yang akan menyelamatkan setiap anak manusia dan akan membentuk karakternya. Sebagaimana nabi ibrahim berhasil mendidik anak2nya sehingga menghasilkan generasi para nabi sesudahnya. Oleh karenanya marilah kita utamakan pendidikan agama utamanya pendidikan madrasah dan pesantren bagi anak2 kita terlebih ketika fenomena kekerasan atas nama agama mulai marak bermunculan di indonesia.
2. Selalu khusnudzdzon dan memafkan kepada sesama manusia walaupun orang itu berbeda ataupun salah. Tidak mudah curiga dan menyalahkan orang lain walaupun nyata2 bersalah sebab tidak sepenuhnya kita mengetahui motiv dibalik perbuatannya. Sebagaimana nabi ibrahim tetap khusnudzdzon dan positif tingking terhadap ummatnya yang menyembah berhala. Bahkan Nabi Ibrahim mendoakan agar diampuni.
3. Mendahulukan kasih sayang dan kelemahlembutan daripada kekerasan dalam setiap aktifitas kehidupan. Sebagaimana nabi ibrahim dan nabi muhammad yang sedikitpun tidak pernah menggunakan kekerasan dalam aktifitas kehidupannya. Tidak pernah menggunakan mukjizat yang untuk melukai musuh2nya.
4. Anak yang hebat adalah anak yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual, bukan kecerdasan otak. Anak hebat seperti itu terlahir dari orang tua dan lingkungan yang hebat. Sebagaimana nabi ibrahim dan nabi muhammad telah mampu mengelola emosinya, sabar menghadapi ujian, sehingga melahirkan keturunam yang hebat. Jika kita ingin keturunan yang hebat, maka kita harus berubah menjadi manusia yang hebat. Ingat, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
5. Berdoa adalah ekspresi keimanan seseorang karena dalam berdoa seseorang menunjukan ketidakberdayaan dihadapan Allah. Berdoa adalah cara tepat untuk menyelesaikan masalah dan menggapai cita2. Sebab dengan berdoa, segala yang tidak mungkin menjadi mungkin. Terlebih bagi orang tua yang menginginkan nasib baik anaknya, maka perbanyaklah mendoakan anak2nya. Dan jangan ada perbedaan porsi doa terhadapa anak2nya, apalagi perbedaan perlakuan. Karena perlakuan terhadap anak itu adalah petunujuk atas Ridlo orang tua.

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلاَمِ وَأَبْيَنَ النِّظَامِ، كَلاَمُ اللهِ اْلمَلِكِ الْعَلاَّمِ، وَاللهُ يَقُوْلُ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِ الْمُهْتَدُوْنَ، مَنْ عَمِلَ صَالحِاً فَلِنَفْسِهِ، وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا، وَمَا رَبُّكَ بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيْدِ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِىْ الْقُرْأَنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنىِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ تَعَالَى هُوَ جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرَّاءٌ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

الخطبة الثانية

اَلْحَمْدُ للهِ شكرا علي ما أنعم أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ كَمَا أَمَرَ وَألزم، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شهادة من أمن به وأسلم وحاد من كفر وأرغم ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ، اتَّقُوْا اللهَ إن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه ، وثنى بملائكته وأيه بالمؤمنين من عباده. وقال عز من قائل: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ. يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى 

0 comments

Khutbah Bulan Dzulhijjah 2017 (2)

Khutbah Bulan Dzulhijjah 2017
Di Masjid Babul Jannah Benowo Surabaya
Moh. Dliya’ul Chaq

إنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِاللهَ فَهُوَ اْلمُهْتَدُ وَمَنْ يُظْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِياًّ مُرْشِدًا أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . أللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا  مُحَمَّدٍ وَعَلى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ. (إِتَّقُوْا اللهَ)2 حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم وَكَذَلِكَ 
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
....

Maasyirol Muslimin Rohimakumulloh...
Pada kesempatan kali ini, kami mengajak pada kaum muslimin umumnya dan pribadi kami khususnya untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan selalu memantapkan hati untuk menjahui segala larangannya dan memantapkan keinginan untuk selalu menjalankan segala perintahnya sehingga aktifitas kita selalu bernilai ibadah. Karena kita dihadirkan ke dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah. WAMA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA'BUDUN

Mulia tidaknya kita di hadapan Allah, tidak ditentukan dengan banyaknya harta kita, banyaknya pengikut kita, banyaknya murid kita, tingginya pangkat kita, tetapi mulia tidaknya kita dihadapan Allah hanya ditentukan dengan kadar ketaqwaan kita kepada Allah.
INNA AKRIMAKUM INDALLOHI ATQOKUM

Ma’asyirol Muslimin Rohimakumulloh…
Melihat informasi2 di media yang ada, ada kesimpulan bahwa hampir semua sendi kehidupan di dunia saat ini menunjukkan kelemahannya, menunjukkan kehancurannya. Keluhan di sana sini muncul dari berbagai elemen masyarakat. Pertentangan antar individu atau antar organisasi massa muncul di mana2. Yang lebih parah adalah dekadansi moral anak bangsa. Anak berani kepada orang tuanya. Anak kecil tidak lagi menghormati yang tua. Yang tua tidak lagi menunjukkan sayangnya kepada yang kecil. Murid berani kepada guru. Kesombongan dan ketamakan telah menjadi karakter masyarakatnya. Kemaksiatan merajalela. Hukum Allah sekedar pengetahuan belaka. Etika dan akhlaq,  hanya tinggal namanya padahal akhlaq adalah inti dari ajaran Rasulullah Muhammad Saw.
INNAMA BUITSTU LIUTAMMIMA MAKARIMAL AKHLAQ

Namun demikian, tidak ada anjuran untuk berputus asa menghadapi keadaan. Dalam kondsi yang demikian sulit, patutlah kita contoh cara yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim As dalam usahanya merubah keadaan. Betapa Nabi Ibrahim berkali2 mengalami kondisi yang sangat sulit:
1. Nabi Ibrahim lama tidak memiliki anak ketika menikah dengan Siti Sarah
2. Dihadapan Nabi Ibrahim, Raja Mesir yang bernama Sinan melakukan pelecehan terhadap Siti Sarah walaupun tidak berhasil
3. Di bakar hidup2 oleh Raja yang dlolim
4. Siti Sarah sebagai istrinya menyarankan untuk menikahi budak kulit hitam hadiah dari Raja Sinan bernama Siti Hajar agar memberikan keturunan. Ternyata setelah siti Hajar melahirkan Nabi Ismail, Siti Sarah hamil Nabi Ishaq.
5. Berpisah dengan Siti Hajar dan Nabi Ismail yang masih bayi. Bahkan istri dan anaknya harus ditempatkan di lembah yang sepi, kering, tidak ada tumbuh2an yaitu Mekah.
6. Diperintah untuk menyembelih anaknya yang bernama Ismail.

Ujian2 tersebut adalah ujian terberat Nabi Ibrahim di mana kondisi itu sudah tidak bisa lagi diselesaikan dengan usaha dlohir manusia. Kondisi di mana harapan untuk keluar dari kondisi tersebut terbilang tidak masuk akal. Namun faktanya, Nabi Ibrahim telah benar2 bebas dari kondisi sulit, bahkan peradaban manusia banyak di bangun pada masanya, bahkan Allah memilih nabi2 setelah zamannya adalah keturunan Nabi Ibrahim dari garis Nabi Ismail atau Nabi Ishaq.

Maasyirol Muslimin Rohimakumulloh...
Cara Nabi Ibrahim keluar dari kondisi yang sudah tidak mungkin diselesaikan dengan usaha lahir manusia adalah dengan empat cara:
1. Tetap memiliki harapan berbuat baik di masa yang akan datang
2. Tetap khusnudzdzon. Tidak ada yang perlu disalahkan. Mereka yang memusuhi tetap dianggap benar, Apalagi Allah sangat tidak patut dislahkan.
3. Berdoa.
4. Pasrah sepenuhnya kepada Allah.

Empat cara Nabi Ibrahim ini tercermin dalam doa2nya yang diabadikan dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 35 s.d 41:
....

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ (35) رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (36) رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (37) رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ (38) الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ (39) رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (40) رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (41)
...

35. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.
36. Ya Tuhanku, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barang siapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
37. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
38. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
40. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku (itu).
41. Ya Tuhan kami, ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan hisab (hari kiamat).”

Ma'asyirol Muslimin Rohimakumulloh...
Dalam kondisi sulit yang menurut akal tidak mungkin diselesaikan dengan usaha lahir manusia, maka Cara nabi Ibrahim ini patut kita contoh. Begitupan dalam kondisi yang masih mungkin diselesaikan dengan usaha lahir manusia, tetap bisa kita contoh cara Nabi Ibrahim tentunya disertai dengan usaha lahir. Maka insya Allah masalah akan terselesaikan.

Semoga khutbah ini bermanfaat, dan semoga kita bisa merubah keadaan. Dan tentunya kita mulai dari diri kita dan orang2 tetdekat kita dengan mencontoh resep dari Nabi Ibrahim, yaitu:
1. Tetap memiliki harapan/cita2
2. Tetap khusnudzdzon pada siapapun dan apapun
3. Berdoa
4. Pasrah kepada Allah
Dan harus ditambah dengan ikhtiar/usaha jika dalam kondisi yang masih mengharuskan ada usaha.

....

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلاَمِ وَأَبْيَنَ النِّظَامِ، كَلاَمُ اللهِ اْلمَلِكِ الْعَلاَّمِ، وَاللهُ يَقُوْلُ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِ الْمُهْتَدُوْنَ، مَنْ عَمِلَ صَالحِاً فَلِنَفْسِهِ، وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا، وَمَا رَبُّكَ بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيْدِ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِىْ الْقُرْأَنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنىِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ تَعَالَى هُوَ جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرَّاءٌ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

الخطبة الثانية

اَلْحَمْدُ للهِ شكرا علي ما أنعم أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ كَمَا أَمَرَ وَألزم، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شهادة من أمن به وأسلم وحاد من كفر وأرغم ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ، اتَّقُوْا اللهَ إن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه ، وثنى بملائكته وأيه بالمؤمنين من عباده. وقال عز من قائل: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ. يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى مَلاَئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ وَأَنْبِيَائِكَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ أَجْمَعِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وارحمنا بِرَحْمَتِكَ يَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، أَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا مَا قَدَّمْنَاهُ، وَمَا أَخَّرْنَاهُ، وَمَا أَسْرَرْناَهُ، وَمَا أَعْلَناَّهُ، وَأَحْصَيْتَهُ وَنَسِيْناَهُ، وَعَلِمْتَهُ وَجَهِلْناَهُ، وَلاَتَدَعْ لَنَا أَمَلاً إِلاَّ بَلَّغْتَنَاهُ، وَلاَسُؤْلاً إِلاَّ سَوَّغْتَناَهُ، وَلاَخَيْرًا إِلاَّ أَعْطَيْتَنَاهُ، وَلاَ شَرًّا إِلاَّ كَفَّيْتَنَاهُ.رَبَّناَ اغْفِرْلَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِاْلإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ أَمَنُوْا رَبَّناَ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ، رَبَّناَ أَتِناَ فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ. إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِىْ القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُواْ اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

0 comments

Khutbah Bulan Dzulhijjah 2017

Khutbah Bulan Dzulhijjah 2017
Di Masjid Babul Jannah Benowo Surabaya
Moh. Dliya’ul Chaq

إنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِاللهَ فَهُوَ اْلمُهْتَدُ وَمَنْ يُظْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِياًّ مُرْشِدًا أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . أللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا  مُحَمَّدٍ وَعَلى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ. (إِتَّقُوْا اللهَ)2 حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم وَكَذَلِكَ 
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
....

Maasyirol Muslimin Rohimakumulloh...
Pada kesempatan kali ini, kami mengajak pada kaum muslimin umumnya dan pribadi kami khususnya untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan selalu memantapkan hati untuk menjahui segala larangannya dan memantapkan keinginan untuk selalu menjalankan segala perintahnya sehingga aktifitas kita selalu bernilai ibadah. Karena kita dihadirkan ke dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah. WAMA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA'BUDUN

Mulia tidaknya kita di hadapan Allah, tidak ditentukan dengan banyaknya harta kita, banyaknya pengikut kita, banyaknya murid kita, tingginya pangkat kita, tetapi mulia tidaknya kita dihadapan Allah hanya ditentukan dengan kadar ketaqwaan kita kepada Allah.
INNA AKRIMAKUM INDALLOHI ATQOKUM

Ma’asyirol Muslimin Rohimakumulloh…
Nabi yang minggu-minggu ini dikenang oleh jutaan ummat muslim seluruh dunia adalah Nabi Ibrahim. Nabi yang membangun dasar2 keimanan melalui logika. Nabi yang mengalami ujian terberat dalam sejarah manusia karena diperintah menyembelih anaknha, nabi ismail as. Nabi yang diberi keistimewaan karena nabi2 setelah zamannya adalah keturunan beliau.

Maasyirol muslimin rohimakumulloh...
Hijrah dari Babilonia tanah kelahirannya menuju Syam (Palestina), namun Musim paceklik di Syam mengharuskan nabi Ibrahim hijrah ke Mesir bersama dengan siti Sarah, istrinya yang sangat terkenal dengan kecantikannya pada masa itu. Namun ternyata di Mesir terdapat seorang raja bernama Sinan yang terkenal dengan kedzalimannya termasuk suka merampas wanita dari laki2 pendamping yang sah. Ketika nabi ibrahim dan siti sarah sampai di Mesir, Raja Sinan memanggil paksa siti Sarah. Baru saja melihat wajah Sarah, Raja sudah tergila-gila padanya. Ketika hendak dilecehkan secara reflek siti Sarah mengarahkan bogemnya ke wajah Raja. Tersungkur dan pingsanlah raja itu. Tidak ada yang bisa menyembuhkan dari pingsan itu. Trnyata yang dapat menyembuhkan dari pingsan adalah Siti Sarah. Ketika diobati dan sadar trnyata raja itu melecehkan lagi, siti sarah kembali mengarahkan pukulannya pada raja. Pingsanlah kembali. Dan terulang sampai tiga kali. Mengetahui bahwa Sarah bukan wanita sembarangan, maka sang raja tidak berani lagi untuk melecehkan siti Sarah. Dan memberi hadiah kepada siti sarah berupa budak wanita bernama Hajar yang kemudian direkomendasikan oleh siti Sarah sebagai istri kedua kepada Nabi Ibrahim mengingat siti Sarah lama belum memiliki anak.

Setelah siti hajar hamil dan melahirkan puteranya bernama Ismail AS, diperintah Allah untuk berhijrah bersama Siti Hajar dan Nabi Ismail di daerah tandus, gersang, sepi tak berpenghuni. Walaupun berat, tetapi tetap dilakukan. Dan ketika sampai di sana Nabi Ibrahim berdoa senagaimana diabadaikan dalam alQur'an surat Ibrahim ayat 35 s.d 41:
...

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ (35) رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (36) رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (37) رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ (38) الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ (39) رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (40) رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (41)
...

35. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.
36. Ya Tuhanku, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barang siapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
37. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
38. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
40. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku (itu).
41. Ya Tuhan kami, ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan hisab (hari kiamat).”

Ma'asyirol Muslimin Rohimakumulloh...
Itulah doa Nabi Ibrahim. Stelah itu, Nabi Ibrahim harus kembali ke siti sarah di Palestina, dan meninggalkan siti Hajar dan Nabi Ismail berdua di samping ka'bah yang masih kosong penduduk dan gersang. Ketika telah hidup berdua dg Bayi Islamil, Siti Hajar naik turun bukit sofa dan marwa sebanyak 7 kali untuk mencari makanan dan minuman, namun trnyta Allah memberikan sumber Air melalui kaki nabi Ismail yang di sebut Air Zam-zam. Di kelolalah air itu oleh Siti Hajar. Banyak dari suku suku mendengar sumber air zam-zam itu sehingga mendatangi Siti Hajar untuk meminta izin memanfaatkan air bahkan membuat rumah2 di sekitar sumber air itu. Maka ramailah lembah yang awalnya gersang itu. Atas doa Nabi Ibrahim dan  atas Manajerial Siti Hajar di bantu oleh Nabi Ismail maka lahirlah kota Mekkah yang sampai saat ini sangat megah dan makmur.

Ujian terhadap Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Nabi Ismail tidak berhenti di situ. Namun ujian dari Allah malah lebih berat lagi datang kepada keluarga ini. Nabi ismail besar dalam bimbingan ibunya. Dan tatkala nabi ismail mulai dewasa, datanglah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim agar menyembelih nabi Ismail, putra kesayangannya. Betapa sedih dan bingungnya nabi Ibarahim dan Siti Hajar. Namun hasil pendidikan iman yang kuat menghasilkan pribadi yang taat kepada Allah. Benarlah, sang ismail kecil itu mendatangi sang ayah sebagaimana diungkap dalam al qur'an:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

....

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
(QS: Ash-Shaaffat Ayat: 102)
Dan akhirnya prosesi penyembelihan pun terlaksana. Namun Allah mengganti tubuh nabi Ismail dengan kambing.
Begitu luar biasa nabi ibrahim dan nabi ismail.

Maasyirol Muslimin Rohimakumulloh, bahwa karakter ismail seperti itu tidak lepas dari sentuhan wanita bernama siti hajar. Wanita budak kulit hitam pembuat sejarah di dunia. Melalui kisah ini, Allah memberikan pelajaran kepada kita:
1. Islam menjunjung tinggi nilai2 kemanusiaan dengan memandang manusia berdsarkan keimanan dan keluhuran pribadinya. Bukan berdasarkan warna kulitnya, bukan berdasarkan bentuk matanya, bukan berdasarkan status sosialnya, darah biru atau tidaknya, profesinya, dan lain sebagainya. Tetapi sekali lagi harus dilihat berdasarkan keimanan, ketaqwaan dan akhlaqnya. Sebagaimana Allah memilih Siti Hajar dari golongan budak kulit hitam.
2. Bahwa disetiap kesusahan yang kita hadapi, pasti Allah menyertakan kemudahan dan kebahagiaan. Siti Sarah, Siti Hajar dan Nabi Ibrahim telah lulus ujian berat dari Allah. Di antara ujian terberat adalah perintah Allah untuk menyembelih puteranya bernama Ismail.
3. Bahwa setiap masalah yang kita hadapi, bahwa setiap keinginan untuk merubah keadaan akan terselesaikan dengan dua cara, yaitu pertama degan berdoa sebagai ekspresi iman dan twakkal dan kedua dengan tindakan nyata. Bukan dengan tangisan karena tangisan tidak akan menyelesaikan masalah. Bukan dengan lamunan karena lamunan tidak akan mampu melawam dunia.
4. Bahwa orang tua yang hebat akan melahirkan anak2 hebat. Bahwa anak yang hebat pasti terlahir dari orang tua yang hebat. Bahwa anak yang hebat terlahir dari pendidik yang hebat. Siti Sarah wanita hebat. Siti Hajar walaupun budak tetapi adalah wanita hebat. Nabi ibrahim pun laki2 hebat. Ketiganya adalah orang tua dan guru yang hebat dalam agamanya, dalam imannya, dalam akhlaknya dan dalam kepribadiannya. Maka sangat layak jika Allah memilih para nabi setelah zaman itu adalah keturunan Nabi Ibrahim, siti sarah dan siti hajar. Maka jadilah orang tua yang hebat jika menginginkan anak dan keturunan yang hebat. Jadilah guru yang hebat jika ingin menghasilkan murid2 yang hebat. Jangan diam dan jangan pesimis karena dua hal itulah awal dari sebuah kemunduran dan kehancuran.
5. Pendidikan yang paling utama ditanamkan pada anak2 dan penerus bangsa adalah pendidikan Iman dan akhlak karena akan membentuk karakter yang mulia. Sebagaimana Nabi Ibrahim dalam mendidik anaknya selalu bercita2 agar anaknya menjadi pribadi mukmin yang taat dan patuh kepada Allah swt. Cita2 itu selalu diungkapkan dalam setiap doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim.

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلاَمِ وَأَبْيَنَ النِّظَامِ، كَلاَمُ اللهِ اْلمَلِكِ الْعَلاَّمِ، وَاللهُ يَقُوْلُ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِ الْمُهْتَدُوْنَ، مَنْ عَمِلَ صَالحِاً فَلِنَفْسِهِ، وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا، وَمَا رَبُّكَ بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيْدِ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِىْ الْقُرْأَنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنىِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ تَعَالَى هُوَ جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرَّاءٌ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

الخطبة الثانية

اَلْحَمْدُ للهِ شكرا علي ما أنعم أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ كَمَا أَمَرَ وَألزم، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شهادة من أمن به وأسلم وحاد من كفر وأرغم ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ، اتَّقُوْا اللهَ إن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه ، وثنى بملائكته وأيه بالمؤمنين من عباده. وقال عز من قائل: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ. يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى مَلاَئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ وَأَنْبِيَائِكَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ أَجْمَعِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وارحمنا بِرَحْمَتِكَ يَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، أَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا مَا قَدَّمْنَاهُ، وَمَا أَخَّرْنَاهُ، وَمَا أَسْرَرْناَهُ، وَمَا أَعْلَناَّهُ، وَأَحْصَيْتَهُ وَنَسِيْناَهُ، وَعَلِمْتَهُ وَجَهِلْناَهُ، وَلاَتَدَعْ لَنَا أَمَلاً إِلاَّ بَلَّغْتَنَاهُ، وَلاَسُؤْلاً إِلاَّ سَوَّغْتَناَهُ، وَلاَخَيْرًا إِلاَّ أَعْطَيْتَنَاهُ، وَلاَ شَرًّا إِلاَّ كَفَّيْتَنَاهُ.رَبَّناَ اغْفِرْلَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِاْلإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ أَمَنُوْا رَبَّناَ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ، رَبَّناَ أَتِناَ فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ. إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِىْ القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُواْ اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

0 comments

Khutbah Hari Raya Idul Adha 2016

Khutbah Idul Adha 2016
Oleh: Moh. Dliya'ul Chaq, M. HI.

أكبر الله أكبر الله أكبر -   الله أكبر الله أكبر الله أكبر   -الله أكبر الله أكبر الله أكبر   - لا إله إلا الله والله أكبر   -الله أكبر ولله الحمد . اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.
الحمد لله الذي شرع لِعِبَادِهِ التَّقَرُّبَ إِلَيْهِ بِذَبْحِ الْقُرْبَانِ ،وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ذُو الْفَضْلِ وَالْاِمْتِنَانْ ، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله المصطفى على كل إِنْسَانْ ،اللهم صل وسلم على سيدنا محمد سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانْ  ،وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان ، أما بعد : أيها الناس اتقوا الله تعالى حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون ، الله أكبر ولله الحمد
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم 
(إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ)

Jamaah yang dirahmatiAllah..
Pagi ini, bersama-sama saudara kita sesama muslim, di seluruh dunia, kembali kita mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid. Bersyukur memuji asma Allah, mengesakan dzat-Nya dan mengangungkan kebesaran-Nya dalam suasana idul adha. Di kesempatan yang mulia ini, kami mengajak kepada pribadi kami dan seluruh masyarakat muslim untuk selalu bertaqwa kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintahnya dan menjahui seluruh larangannya sebab kita di hadirkan ke dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah
Mulia tidaknya kita di hadapan Allah, tidak ditentukan dengan banyaknya harta kita, banyaknya pengikut kita, banyaknya murid kita, tingginya pangkat kita, tetapi mulia tidaknya kita dihadapan Allah hanya ditentukan dengan kadar ketaqwaan kita kepada Allah

Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh...
Setiap kali datangnya momentum hari raya idul adha, sosok yang pasti terlintas dalam benak kita adalah Nabi Ibrahim AS dan nabi Muhammad SAW. Karena keagungan dua nabi itu, hingga namanya selalu disebut dalam setiap shalat, tepatnya pada saat bacaan tahiyyat akhir. Hanya dua nabi itu, tidak ada yg lain. Hal ini menunjukkan bahwa agama islam mengajarkan:
1. Agar umat islam selalu mengenang para pendahulu yang telah merintis jalan menuju berbagai kebaikan.
2. Agar umat islam selalu mendoakan para pendahulu-pendahulu kita setiap waktu, termasuk orang tua kita
3. Agar umat Islam terus mentauladani para pendahulu kita
4. Agar umat islam berpegang teguh terhadap ajaran para pendahulu yang telah menunjukkan jalan terang menuju surga.

Hikmah dari ajaran itu adalah agar umat tidak pernah mengalami putusnya amal, walaupun telah mati. Manusia yang berbuat baik, kebaikannya akan terus dimanfaatkan oleh generasi selanjutnya. Orang tua yg mendidik anaknya menjadi anak shaleh, akan terus didoakan oleh anak shaleh itu walaupun telah mati. Begitupun generasi selanjutnya yg berbuat baik, kebaikannya akan terus dimanfaatkan oleh generasi-generasi selanjutnya. Inilah yang di sebut dengan amal jariyah. Amal yang tidak pahalanya tidak pernah terputus walaupun sudah mati. Generasi pertama menyinari generasi kedua. Generasi pertama dan kedua menyinari generasi ketiga. Dan begitu seterusnya. Ibaratnya, awalnya tidak ada lampu penerang. Lalu para pendahulu membuat lampu penerang. Dengan lampu penerang itulah kita menjadi tahu mana jalan yang lurus, dengan lampu penerang itulah kita menjadi terlihat oleh siapapun yang melihat kita. Maka, jika ada manusia yang telah bersinar di sisi Allah dan di sisi makhluk, seperti telah menjadi orang tua yg sukses mendidik anaknya, menjadi guru, ustadz, dosen, menjadi orang kaya yang suka bersedekah, menjadi manusia yg telah mampu beribadah kepada Allah, maka sejatinya hal itu merupakan jasa para pendahulu. Maka sangat tidak pantas jika ada manusia yang sombong dan ujub. Merasa lebih baik dari orang lain, merasa paling baik di antara yg lain, merasa bahwa apa yg dilakukannya adalah atas kepandainnya sendiri. Sebab sinar kemuliaan yang terlihat di sisi Allah dan makhluk sejatinya adalah sinar para pendahulu kita.

Sahabat Bilal, budak yang diangkat sebagai muadzdzin Rasulullah, menjadi mulia di sisi Allah dan di sisi makhluk karena sinar yang didapatnya dari Rasulullah. Setiap orang yang melihat Bilal yang terilihat adalah Rasulullah. Setiap Bilal mengumandangkan Adzan, yang terdengar adalah Rasulullah.
Dalam kisahnya, Sesaat setelah Rasulullah SAW mengembuskan nafas terakhir, waktu shalat tiba. Bilal berdiri untuk mengumandangkan azan, sementara jasad Rasulullah SAW masih belum dikebumikan. Saat Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi” (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah), tiba-tiba suaranya terhenti. Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Kaum muslimin yang hadir di sana tak kuasa menahan tangis, maka meledaklah suara isak tangis yang membuat suasana semakin mengharu biru.

Karena setiap kali adzan selalu menangis dan tidak dapatvmelanjutkan adzannya, Bilal memohon kepada Abu Bakar, yang menggantikan posisi Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai khalifah, agar diperkenankan tidak mengumandangkan azan lagi. Dan akhirnya Bilal juga meminta izin untuk hijrah ke Syam (Syiria) agar tidak larut dalam kesedihan sepeninggal Rasulullah. Namun awalnya Abu Bakar tidak mengabulkan permohonan Bilal. Tetapi Bilal mendesaknya seraya berkata, “Jika dulu engkau membeliku untuk kepentingan dirimu sendiri, maka engkau berhak menahanku, tapi jika engkau telah memerdekakanku karena Allah, maka biarkanlah aku bebas menuju kepada-Nya.”

Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku benar-benar membelimu untuk Allah, dan aku memerdekakanmu juga karena Allah.”

Bilal menyahut, “Kalau begitu, biarkanlah aku tidak akan pernah mengumandangkan adzan untuk siapa pun setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam wafat. Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rosululloh saja. Rosululloh telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi."

Abu Bakar menjawab, “Baiklah, aku mengabulkannya.” Bilal pergi meninggalkan Madinah bersama pasukan yang dikirim oleh Abu Bakar menuju daerah Homs / Darayya yang terletak tidak jauh dari kota Damaskus, Syiria.

Setelah tinggal lama di Syria, Bilal tidak pernah mengunjungi Madinah. Lalu sampai pada suatu malam, Rosululloh hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya:
"Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?". Bilal pun bangun terperanjat, air mata rindunya seketika tak terbendung lagi. Segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah kubur Rasulullah. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Nabi.

Setiba di Madinah, Bilal menangis di makam Rasulullah melepas rasa rindunya pada Nabi sang kekasih. Penduduk Madinah yang mengetahui kedatangannya, segera keluar dari rumah untuk menyambutnya seakan kembali pada masa Rasulullah. Ketika masuk waktu sholat, beberapa Sahabat meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan. Akan tetapi Bilal terus menolak permintaan itu.

Saat itu, ada dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucu baginda Rasulullah, Hasan dan Husein. Kali ini mereka berdua yang meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan, “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.”

Sembari menangis, Bilal memeluk kedua cucu Nabi itu. “wahai cahaya mataku, wahai dua orang yang sangat dicintai Rasul, sungguh wajib bagiku untuk memenuhi keinginan kalian. Jika saja semua penduduk bumi memintaku mengumandangkan adzan, aku tetap akan menolaknya. Akan tetapi, setiap permintaan kalian berdua, adalah keharusan bagiku untuk melaksanakannya.”

Lalu Bilal menaiki tempat di mana dahulu dia adzan pada masa Rasulullah. Mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz “Allahu Akbar” dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali, seakan kembali di masa hidup Rasulullah.

Ketika Bilal meneriakkan kata “Asyhadu an laa ilaha illallah”, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan pun keluar.

Dan saat Bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah oleh tangisan rindu pada baginda Rasulullah. Semua manusia menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah. Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya. Lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Setelah itu ia jatuh pingsan bersama banyak orang yang lain karena kerinduan mereka akan sosok Rasulullah SAW.

Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, adalah adzan pertama Bilal sekaligus adzan terakhirnya semenjak Rasulullah wafat. Dia tak pernah bersedia lagi mengumandangkan adzan. Sebab tangis kerinduannya yang sangat mencabik-cabik hatinya mengenang sosok agung yang karenanya diri bilal derajatnya terangkat begitu tinggi.

SEJATINYA, bukan karena bilal semua masyarakat Madinah berlarian menuju masjid nabawi, tetapi karena masyarakat melihat Rasulullah saat melihat bilal, msyarakat mendengar Rasulullah saat mendengar adzan Bilal. Seakan Rasulullah hidup kembali.

Itulah bukti bahwa amal ibadah dan eksistensi kita di dunia ini terlihat terang hanya karena sinar Rasulullah SAW, sinar para pendahulu kita. Maka jangan sekali-kali melupakan para pendahulu kita, jangan sekali-kalk melupakan doa untuk orang tua dan pendahulu kita sebab kita dapat bersinar karena sinar para pendahulu kita. Barangsiapa yang mendekat pada sinar pendahulu, maka dia akan bersinar dan juga akan menjadi sinar bagi generasi selanjutnya. Allah berfirman dalam surat Yasin ayat:
(إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ)

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلاَمِ وَأَبْيَنَ النِّظَامِ، كَلاَمُ اللهِ اْلمَلِكِ الْعَلاَّمِ، وَاللهُ يَقُوْلُ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِ الْمُهْتَدُوْنَ، مَنْ عَمِلَ صَالحِاً فَلِنَفْسِهِ، وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا، وَمَا رَبُّكَ بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيْدِ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِىْ الْقُرْأَنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنىِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ تَعَالَى هُوَ جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرَّاءٌ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

الخطبة الثانية
اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ للهِ شكرا علي ما أنعم أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ كَمَا أَمَرَ وَألزم، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شهادة من أمن به وأسلم وحاد من كفر وأرغم ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ، اتَّقُوْا اللهَ إن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه ، وثنى بملائكته وأيه بالمؤمنين من عباده. وقال عز من قائل: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ. يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى مَلاَئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ وَأَنْبِيَائِكَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ أَجْمَعِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وارحمنا بِرَحْمَتِكَ يَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، أَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا مَا قَدَّمْنَاهُ، وَمَا أَخَّرْنَاهُ، وَمَا أَسْرَرْناَهُ، وَمَا أَعْلَناَّهُ، وَأَحْصَيْتَهُ وَنَسِيْناَهُ، وَعَلِمْتَهُ وَجَهِلْناَهُ، وَلاَتَدَعْ لَنَا أَمَلاً إِلاَّ بَلَّغْتَنَاهُ، وَلاَسُؤْلاً إِلاَّ سَوَّغْتَناَهُ، وَلاَخَيْرًا إِلاَّ أَعْطَيْتَنَاهُ، وَلاَ شَرًّا إِلاَّ كَفَّيْتَنَاهُ.رَبَّناَ اغْفِرْلَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِاْلإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ أَمَنُوْا رَبَّناَ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ، رَبَّناَ أَتِناَ فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ. إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِىْ القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُواْ اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

0 comments
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. EKSPLORIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger