Jangan di Klik

Featured Post Today
print this page
Latest Post

Sam'un Al Ghozi

KELEMAHAN  PRIA ADALAH WANITA
DAN KELEMAHAN WANITA ADALAH HARTA
KISAH SANG SUPER POWER
يِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَسَبَبُ نُزُوْلِ هَذِهِ السُّوْرَةِ (القَدْرِ) عَنِ ابْنِ عَبّاَسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُماَ أَنَّهُ قاَلَ ؛ ذَكَرَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدًا يُقاَلُ لَهُ شَمْعُوْنْ الغاَزِى وَهُوَ غَزاَ الكُفاَرَ أَلْفَ شَهْرٍ وَكاَنَ سِلاَخُهُ لَحْىُ جَمَلٍ وَلَيْسَ لَهُ غَيْرُهاَ مِنْ آلَةِ حَرَبٍ وَكُلَّماَ ضَرَبَ الكُفاَرَ بِهَذاَ اللَّحْيِ قَتَلَ ماَلاَيُحْصَى عَدَدُهُمْ

Sebab turun surat Al-Qodr ialah sebagaimana riwayat Ibnu Abbas, beliau berkata ;
Suatu hari malaikat Jibril bercerita kepada Nabi Saw, tentang kisah seorang hamba yang memiliki kekuatan super, namanya Sam’un Al-Ghozy, seorang pembela agama, berperang melawan kaum kafir selama 1000 bulan, hanya berbekal tulang dagu unta sebagai senjata, tidak memiliki senjata lain. Setiap kali menghantam kaum kafir dengan janggut untanya, terbunuhlah banyak kaum kafir dalam jumlah yang tidak terhitung.

فَإِذاَ عَطَسَ يَخْرُجُ مِنْ مَوْضِعِ الأَسْناَنِ ماَءُ عَذَبٍ فَيَشْرِبَهُ , وَإِذاَ جاَعَ يَنْبُتُ مَنْهُ لَحْمٌ فَيَأْكُلَهُ , فَكاَنَ عَلَى هَذاَ كُلَّ يَوْمٍ حَتَّى مَضَى مِنْ عُمْرِهِ أَلْفَ شَهْرٍ وَهِىَ ثَلاَثُ وَثَمَانُوْنَ سَنَةً وَأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ , فَعَجَزَ الكُفاَرُ عَنْ رَدِّهِ , فَقاَلُوْا ِلإِمْرَأَتِهِ وَهِىَ كاَفِرَةٌ إِنّاَ نُعْطِيْكِ أَمْواَلاً كَثِيْرَةً إِنْ قَتَلْتِ زَوْجَكِ , قاَلَتْ أَناَ لاَأَقْدِرُ عَلَى قَتْلِهِ

Jika ia merasa haus maka keluar air tawar dari tempat giginya, untuk ia minum, jika ia lapar maka dari tempat itu pula tumbuh daging dan ia memakannya. Demikianlah keadaan Sam’un sang super power dalam hari-harinya, sehingga usianya sampai 1000 bulan, yaitu 83 tahun 4 bulan. Kaum kafir tetap tidak mampu mengalahkannya. Dia suatu kesempatan Kaum kafir ini berkata kepada istri Sam’un, karena istri Sam’un ini seorang kafir, “Kami akan memberi uang banyak, jika kamu dapat membunuh suamimu” Sang istri menjawab “Aku tidak sanggup membunuhnya”

فَقاَلُوْا نُعْطِيْكِ حَبْلاً شَدِيْداً فَشَدِّى بِهِ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ وَنَحْنُ نَقْتُلُهُ , فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ فىِ نَوْمِهِ فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ فَقاَلَتْ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ الحَبَلُ , ثُمَّ جاَءَ الكُفاَرُ بِسِلْسِلَةٍ فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ بِهاَ فاَسْتَيْقَظَ , فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ السِّلْسِلَةُ

Kaum kafir memberikan saran, kami memberimu tali tambang yang kuat, ikatlah kedua kaki dan tangan Sam’un di saat ia tidur, dan kami akan membunuhnya. Singkat cerita, Sam’un diikat istrinya di saat tidur, ia terbangun dan berkata “Siapa yang mengikatku ?” istrinya menjawab “Aku mengikatmu karena ingin mengujimu.” Kemudian Sam’un menggerakkan tangannya, sekali gerakan terputuslah ikat tambang itu.

Keesokan harinya kaum kafir datang lagi kepada istri Sam’un membawa rantai, Sam’un diikat saat tidur, Sam’un terbangun dan berkata “Siapa yang mengikatku?” istrinya menjawab “Aku mengikatmu karena ingin mengujimu.” Kemudian Sam’un menggerakkan tangannya, sekali gerakan terputuslah rantai itu.

فَقاَلَ ياَإِمْرَأَتِى أَناَ وَلِىٌّ مِنْ أَوْلِياَءِ اللهِ تَعاَلىَ لاَيَغْلِبُ عَلَىَّ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ الدُّنْياَ إِلاَّ شَعْرِى هَذاَ , وَكاَنَ لَهُ شِعْرٌ طَوِيْلٌ , فَسَمِعَتْ امْرَأَتُهُ

Sang super power Sam’un berkata “Wahai istriku aku wali diantara wali kekasih Allah, segala perkara dunia ini tidak ada yang sanggup mengalahkan diriku, aku punya rambut ini, ia memang berambut panjang. Dan ucapan itu terdengar istrinya.

فَلَمَّا ناَمَ قَطَعَتْ ذَواَئِبَهُ فىِ حاَلِ نَوْمِهِ , وَكاَنَتْ ثَماَنِىُ قَطْعٍ مِنْ شَعْرِ رَأْسِهِ وَكُلُّهاَ تَجِرُّ عَلَى الأَرْضِ , فَشَدَّتْ بِأَرْبَعَ ذَوَائِبَ , مِنْهاَ يَدَيْهِ وَبِالأَرْبَعِ الأُخْرَى رَجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ , فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَلَمْ يَقْدِرُ عَلَى قَطْعِهاَ

Ketika Sam’un tertidur, istrinya mengunting rambut panjang Sam’un, guntingan rambutnya menjadi 8 potong, semua jatuh ke tanah, sang istri mengikat Sam’un dengan 4 potongan rambut, 4 potong pertama mengikat kedua tangannya, 4 potong kedua mengikat kedua kakinya. Sam’un terbangun dan berkata “Siapa yang mengikatku ?” istrinya menjawab “Aku, aku mengikat karena ingin mengujimu.” Kali ini Sam’un tidak mampu melepaskan ikatan itu.

فَأَخْبَرَتْ امْرَأَتُهُ الكُفاَرَ , فَجاَؤُا وَذَهَبُوْا بِهِ إِلىَ مَذْبَحِهِمْ وَكاَنَ فِيْهِ عُمُوْدٌ فَأَوْثَقُوْهُ عَلَى ذَلِكَ العُمُوْدِ , فَقَطَعُوْا أُذُنَيْهِ وَعَيْنَيْهِ وَشَفَتَيْهِ وَلِساَنَهُ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَكُلُّهُمْ يَجْتَمِعُوْنَ فىِ ذَلِكَ البَيْتِ

Kemudian sang istri memberitahukannya kepada kaum kafir, mereka beramai-ramai membawa Sam’un ke sebuah rumah, tempat mereka menghukum mati seseorang dengan memenggal lehernya, di tengah rumah itu terdapat tiang, mereka mengikat Sam’un di tiang itu, mereka memotong kedua telinga Sam’un, mencongkel kedua mata Sam’un, menggunting bibir dan lidah Sam’un, kedua tangan dan kedua kakinya pun di potong, semua orang berkumpul menyaksikan Sam’un di mutilasi di rumah tersebut.

فَاَوْحَى اللهُ تَعاَلىَ إِلَيْهِ ؛ أَىُّ شَيْءٍ تُرِيْدُ بِهِمْ أَصْنَعُهُ ؟ فَقاَلَ أَنْ تُعْطِيَنِى مِنَ القُوَّةِ حَتَّى أَحْرَكَ عُمُوْدَ هَذاَ البَيْتِ فَيَنْهَدِمَ عَلَيْهِمْ , فَقَواَهُ اللهُ وَحَرَّكَ نَفْسَهُ فَوَقَعَ السَّقَفُ عَلَيْهِمْ وَأَهْلَكُوْا جَمِيْعاً وَامْرَأَتُهُ مَعَهُمْ , فَأَنْجاَهُ اللهُ تَعاَلىَ مِنْهُمْ وَرَدَّ اللهُ عَلَيْهِ أَعْضاَءَهُ

Disaat kritis seperti itu Allah memberi wahyu (kasih sayang) kepada Sam’un dan menawarkan “Apa yang kamu inginkan pada kaum kafir ini, Aku akan melakukannya wahai Sam’un ?” Sam’un menjawab “Berilah aku kekuatan, aku ingin menghancurkan tiang ini, sehingga rubuh dan menimpa mereka. Allah Swt pun memberinya kekuatan dan Sam’un menggerakkan dirinya, dan hancurlah tiang rumah itu, atapnya menimpa semua orang sehingga tewas, termasuk istrinya. Allah selamatkan Sam’un dan Allah kembalikan keadaan tubuh Sam’un seperti sedia kala.

فَبَعْدَ ذَلِكَ عَبَدَ اللهَ أَلْفَ شَهْرٍ مَعَ قِياَمِ لَيْلِهاَ وَصِياَمِ نَهاَرِهاَ , فَضَرَبَ بِالسَّيْفِ فىِ سَبِيْلِ اللهِ

Setelah peristiwa itu Sam’un melakukan ibadah selama 1000 bulan, malamnya tahajud siangnya berpuasa. Ia juga berperang membela Agama Allah.

فَبَكَى أَصْحاَبُ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِشْتِياَقاً لِذَلِكَ , فَقاَلُوْا ياَرَسُوْلَ اللهِ هَلْ تَدْرِى ثَواَبَهُ ؟ فَقاَلَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ السَّلاَمُ لآَأَدْرِى

Mendengar kisah Sam’un itu, para sahabat Nabi Saw terharu, mereka bertanya “Wahai Rasulullah apa tuan tahu, berapa besar pahala Sam’un ibadah seperti itu ?” Nabi menjawab “Aku tidak mengetahuinya”

فَأَنْزَلَ اللهُ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ بِهَذِهِ السُّوْرَةِ (القَدْرِ) وَقاَلَ ياَمُحَمَّدْ أَعْتَيْطُكَ وَأُمَّتَكَ لَيْلَةَ القَدْرِ العِباَدَةُ فِيْهاَ أَفْضَلُ مِنْ عِباَدَةِ سَبْعِيْنَ أَلْفِ شَهْرٍ

Maka Allah turunkan malaikat Jibril membawa surat Al-Qodr, dan berkata “Wahai Muhammad aku berikan kamu dan ummatmu Lailatulqodr, melakukan ibadah di malam itu lebih baik dari ibadah 70 ribu bulan”.

قاَلَ الإِماَمُ الرَّازِى فَإِذاَ طَلَعَ الفَجْرُ فىِ لَيْلَةِ القَدْرِ ناَدَى جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ياَمَعْشَرَ المَلاَئِكَةِ الرَّحِيْلَ الرَّحِيْلَ , فَيَقُوْلُوْنَ ياَجَبْرَئِيْلُ ماَصَنَعَ اللهُ بِالمُسْلِمِيْنَ فىِ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ أُمَةِ  مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ السَّلاَمُ فَيَقُوْلُ لَهُمْ ؛ إِنَّ اللهَ تَعاَلىَ نَظَرَ إِلَيْهِمْ بِالرَّحْمَةِ وَعَفاَ عَنْهُمْ وَغَفَرَ لَهُمْ إِلاَّ أَرْبَعَةَ نَفَرٍ , قاَلُوْا مَنْ هَؤُلاَءِ الأَرْبَعَة ؟ قاَلَ مُدَمِنُ الخَمْرِ وَعاَقُ الواَلِدَيْنِ وَقاَطِعُ الرَّحْمِ وَالمَشاَحِنُ , يَعْنِى المُصاَرِمُ وَهُوَ الَّذِى لاَيُكَلِّمُ أَخاَهُ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيّاَمٍ

Imam Ar-Rozi berkata ; Apabila fajar telah terbit di malam qodar, maka malaikat Jibril berkata (jumpa pers)

Jibril                            Wahai para malaikat, kumpul kemari dan kumpul kemari..,
Para malaikat           Ya Jibril apa yang Allah perbuat untuk kaum muslimin di malam mini dari ummat Nabi Muhammad SAW?
Jibril                            Sesungguhnya Allah memandang kepada mereka dengan penuh kasih sayang, Allah memaafkan serta ngampuni dosa-dosa mereka, kecuali empat kelompok.
Para malaikat           Siapa empat kelompok itu ?
Jibril                           Pertama, orang yang membiasakan diri minum arak, mabuk-mabukan. Kedua, Orang yang durhaka kepada orang tua. Ketiga, orang yang memutus silaturrahmi. Keempat, orang yang bertengkar, yaitu pertengkaran dengan sesama yang belum damai dalam jangka waktu tiga hari.

Pustaka : Durratun-Nasihin - Syekh Ustman bin Hasan bin Ahmad, hal. 284-285

0 comments

Ceramah Urutan Pendidikan (TPQ)

Menawi ndungo biasane kito ndungo Allohummaj'alna wa ahlana wa awladana wa dzurriyatana min ahlil ilmi wa ahlil khoir.
Mugi jenengan dadosaken kulo, keluarga kulo, anak2 kulo, keturunan kulo dados tiyang ngerti lan apik.

Ngerti:Iso:Gampang:Bahagia
Goblok:gak iso:kangelan:Nelongso

Dalam surat al jumah dijelaskan:
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ (2)

1. Membacakan ayat2 Allah (al-Quran)
2. Membelajari akhlaq agar bersih
3. Mengajari al-Quran
3. Mengajari ilmu pengetahuan lainnya

Pramilo meniko, nek kepingin gadah anak sing sae pertama diwacakno quran. Sak saget2e, mboten kedah faham. Pokoe moco. Jenengan tingali ajarane tiyang2 sepah, wakdal anak tase ten rahim biasane di teloni, dipitoni, ditingkebi acarae maos surat yusuf kale surat maryam. Selain pingin ganteng kados nabi yusuf utawi ayu kados siti maryam, niku corone mendidik sejak dalam kandungan. Menawi ten ilmu psikologi, anak dalam kandungan niku akan memiliki kecerdasan yang luar biasa jika didengarkan musik2 klasik. Lha al-Qur'an niku kalamun qodimun la yumallu sama'uhu. Kalam allah sing qodim. Qodim niku mbahe klasik.
Rodok gede nek pingin gadah yugo sae geh wong tuone kulinakno moco qur'an ben anake kulino ngerungokno qur'an. Mangke nek tiyang sepahe kulino moco quran lak faham2 dewe artine qur'an. Anake geh ngoten, nek kulino kerungu lak yo faham qur'an.
Ngeten mawon, jenengan pun tuwek males belajar bahasa meduro tapi urip nang meduro. Gak perlu belajar boso meduro, tapi rungokno ae wong ngomong meduro, engko lak faham.

Nomer kaleh nek pingin gadah yugo sae, diwuruki akhlak, di wuruki totokromo. Carane sekolahno agomo.

Baru nek wes apik kelakuane baru diwuruki al-Qur'an.

Mari diwuruki al-Qur'an baru diwuruki ilmu pengetahuan.

Kengeng nopo kok akhlak diulangno disek timbang ilmu pengetahuan lintune? Keranten Ngapikno arek pinter karo minterno arek apik niku luwih angel ngapikno arek pinterr.
Jenengan tingali koruptor2 niku, pinter2 tapi mboten sae akhlake. Coba kandanono lak banggel. Anak geh ngoten, anak nek pun pinterr tapi mboten nggenah, dikandani geh banggel.

Dados urutane niku diwacakno qur'an, di belajari akhlak, dibelajari al-Qur'an baru dibelajari ilmu pengetahuan lintune. Gak iso mbelajari qur'an mergo wong tuwone gak iso moco qur'an, yo titipno ustadz ta kyai ta titipno nang TPQ.
Wes babahlah wong tuone rusak, tapi sing penting anak2 niki dados tiyang sae. Mergo zaman sampun kados ngeten rusake. Menawi anak mbeneh, geh niku sing bade nulung kito benjang ten akhirat.

0 comments

Doa Angin Duduk dan Stroke

Angin Duduk

Pada satu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman a.s duduk di singgahsananya,
Maka datang satu Angin yang cukup besar, maka bertanya Nabi Allah
Sulaiman siapakah engkau......?.

Maka dijawab oleh Angin tersebut : akulah Angin Rihul Ahmar dan aku bila memasuki rongga anak Adam, maka lumpuh, keluar darah dari rongga, dan apabila aku memasuki otak anak Adam, maka menjadi gilalah anak Adam ...

Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman a.s supaya membakar angin
tersebut,maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa:
Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,tiada sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah SW T.
Lalu Rihul Ahmar pun menghilang.

Diriwayatkan cucu Nabi Muhammad SAW terkena Rihul Ahmar
sehingga keluar darah dari rongga hidungnya.

Maka datang Malaikat Jibril kepada Nabi SAW  dan bertanya Nabi kepada Jibril.

Maka menghilang sebentar,lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan do'a Rihul Ahmar kepada Nabi SAW kemudian
dibaca do'a tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu Rasulullah sembuh serta merta.

Lalu bersabda Nabi SAW : Bahwa barang siapa membaca do'a stroke/do'a Rihul Ahmar.....walau sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau
STROKE.

Do'a menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronik :

اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

Allahumma inni a'uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar....
Artinya :
Ya Allah Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.

3 comments

Ngalap Berkah Air Hujan DI Kabah

Ngalap Berkah Air Hujan DI Kabah

Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin–ulama Wahabi kontemporer yang sangat populer–mempunyai seorang guru yang sangat alim dan kharismatik di kalangan kaum Wahabi, yaitu Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di, yang dikenal dengan julukan Syaikh Ibnu Sa’di. Ia memiliki banyak karangan, di antaranya yang paling populer adalah karyanya yang berjudul, Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, kitab tafsir setebal 5 jilid, yang mengikuti manhaj pemikiran Wahabi. Meskipun Syaikh Ibnu Sa’di, termasuk ulama Wahabi yang ekstrim, ia juga seorang ulama yang mudah insyaf dan mau mengikuti kebenaran, dari manapun kebenaran itu datangnya.

Suatu ketika, al-Imam al-Sayyid ‘Alwi bin Abbas al-Maliki al-Hasani (ayahanda Abuya al-Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki) sedang duduk-duduk di serambi Masjid al-Haram bersama halaqah pengajiannya. Sementara di bagian lain serambi Masjidil Haram tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di juga duduk-duduk. Sementara orang-orang di Masjidil Haram larut dalam ibadah shalat dan tawaf yang mereka lakukan. Pada saat itu, langit di atas Masjidil Haram penuh dengan mendung yang menggelantung, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan yang sangat lebat. Tiba-tiba air hujan itu pun turun dengan lebatnya. Akibatnya, saluran air di atas Ka’bah mengalirkan airnya dengan derasnya. Melihat air begitu deras dari saluran air di atas kiblat kaum Muslimin yang berbentuk kubus itu, orang-orang Hijaz seperti kebiasaan mereka, segera berhamburan menuju saluran itu dan mengambil air tersebut, dan kemudian mereka tuangkan ke baju dan tubuh mereka, dengan harapan mendapatkan berkah dari air itu.

Melihat kejadian tersebut, para polisi pamong praja Kerajaan Saudi Arabia, yang sebagian besar berasal dari orang Baduwi daerah Najd itu, menjadi terkejut dan mengira bahwa orang-orang Hijaz tersebut telah terjerumus dalam lumpur kesyirikan dan menyembah selain Allah SWT. Akhirnya para polisi pamong praja itu berkata kepada orang-orang Hijaz yang sedang mengambil berkah air hujan yang mengalir dari saluran air Ka’bah itu,

“Jangan kalian lakukan wahai orang-orang musyrik. Itu perbuatan syirik. Itu perbuatan syirik.”

Mendengar teguran para polisi pamong praja itu, orang-orang Hijaz itu pun segera berhamburan menujuhalaqah al-Imam al-Sayyid ‘Alwi al-Maliki al-Hasani dan menanyakan perihal hukum mengambil berkah dari air hujan yang mengalir dari saluran air di Ka’bah itu. Ternyata Sayyid ‘Alwi membolehkan dan bahkan mendorong mereka untuk melakukannya. Akhirnya untuk yang kedua kalinya, orang-orang Hijaz itu pun berhamburan lagi menuju saluran air di Ka’bah itu, dengan tujuan mengambil berkah air hujan yang jatuh darinya, tanpa mengindahkan teguran para polisi baduwi tersebut. Bahkan mereka berkata kepada para polisi baduwi itu,

“Kami tidak akan memperhatikan teguran Anda, setelah Sayyid ‘Alwi berfatwa kepada kami tentang kebolehan mengambil berkah dari air ini.”

Akhirnya, melihat orang-orang Hijaz itu tidak mengindahkan teguran, para polisi baduwi itu pun segera mendatangi halqah Syaikh Ibnu Sa’di, guru mereka. Mereka mengadukan perihal fatwa Sayyid ‘Alwi yang menganggap bahwa air hujan itu ada berkahnya. Akhirnya, setelah mendengar laporan para polisi Baduwi, yang merupakan anak buahnya itu, Syaikh Ibnu Sa’di segera mengambil selendangnya dan bangkit menghampiri halqah Sayyid ‘Alwi dan duduk di sebelahnya. Sementara orang-orang dari berbagai golongan, berkumpul mengelilingi kedua ulama besar itu. Dengan penuh sopan dan tata krama layaknya seorang ulama, Syaikh Ibnu Sa’di bertanya kepada Sayyid ‘Alwi:

“Wahai Sayyid, benarkah Anda berkata kepada orang-orang itu bahwa air hujan yang turun dari saluran air di Ka’bah itu ada berkahnya?”

Sayyid ‘Alwi menjawab:

“Benar. Bahkan air tersebut memiliki dua berkah.”

Syaikh Ibnu Sa’di berkata:

“Bagaimana hal itu bisa terjadi?”

Sayyid ‘Alwi menjawab:

“Karena Allah SWT berfirman dalam Kitab-Nya tentang air hujan:

وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ مُّبَرَكًۭا

“Dan Kami turunkan dari langit air yang mengandung berkah.” (QS. 50:9).

Allah SWT juga berfirman mengenai Ka’bah:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍۢ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكًۭا وَهُدًۭى لِّلْعَلَمِينَ ﴿٩٦﴾

“Sesungguhnya rumah yang pertama kali diletakkan bagi umat manusia adalah rumah yang ada di Bekkah (Makkah), yang diberkahi (oleh Allah).” (QS. 3:96).

Dengan demikian air hujan yang turun dari saluran air di atas Ka’bah itu memiliki dua berkah, yaitu berkah yang turun dari langit dan berkah yang terdapat pada Baitullah ini.”

Mendengar jawaban tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di merasa heran dan kagum kepada Sayyid ‘Alwi. Kemudian dengan penuh kesadaran, mulut Syaikh Ibnu Sa’di itu melontarkan perkataan yang sangat mulia, sebagai pengakuannya akan kebenaran ucapan Sayyid ‘Alwi:

“Subhanallah (Maha Suci Allah), bagaimana kami bisa lalai dari kedua ayat ini.”

Kemudian Syaikh Ibnu Sa’di mengucapkan terima kasih kepada Sayyid ‘Alwi dan meminta izin untuk meninggalkan halqah tersebut. Namun Sayyid ‘Alwi berkata kepada Syaikh Ibnu Sa’di:

“Tenang dulu wahai Syaikh Ibnu Sa’di. Aku melihat para polisi Baduwi itu mengira bahwa apa yang dilakukan oleh kaum Muslimin dengan mengambil berkah air hujan yang mengalir dari saluran air di Ka’bah itu sebagai perbuatan syirik. Mereka tidak akan berhenti mengkafirkan orang dan mensyirikkan orang dalam masalah ini sebelum mereka melihat orang yang seperti Anda melarang mereka. Oleh karena itu, sekarang bangkitlah Anda menuju saluran air di Ka’bah itu, lalu ambillah air di situ di depan para polisi baduwi itu, sehingga mereka akan berhenti mensyirikkan orang lain.”

Akhirnya mendengar saran Sayyid ‘Alwi tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di segera bangkit menuju saluran air di Ka’bah. Ia basahi pakaiannya dengan air itu, dan ia pun mengambil air itu untuk diminumnya dengan tujuan mengambil berkahnya. Melihat tingkah laku Syaikh Ibnu Sa’di ini, para polisi Baduwi itu pun pergi meninggalkan Masjidil Haram dengan perasaan malu.

Semoga Allah SWT merahmati Sayyidina al-Imam ‘Alwi bin ‘Abbas al-Maliki al-Hasani. Amin.

Kisah ini disebutkan oleh Syaikh Abdul Fattah Rawwah, dalam kitab Tsabat (kumpulan sanad-sanad keilmuannya).dan kisah ini sudah mendunia. Beliau termasuk salah seorang saksi mata kejadian itu.

Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim

sumber http://www.shofwatuna.org/2013/12/cerita-ngalap-berkah-sayyid-alwi-bin-abbas-al-maliki/

0 comments

Memaafkan (Halal Bi Halal)

Memaafkan (Halal Bi Halal)

Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya.
Di tengah perbincangan dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah saw. tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi beliau yang putih dan rapih.
Umar r.a. yang berada di di situ, bertanya,  _"Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?"_

Rasulullah SAW menjawab,
_"Aku diberitahu bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah. Salah satunya mengadu kepada Allah sambil berkata, ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’._

Allah SWT berfirman, _"Bagaimana mungkin saudaramu ini bisa melakukan itu, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya?"_

Orang itu berkata,  _"Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya."_

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Beliau Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis...
Lalu, beliau Rasulullah berkata,
_"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya."_

Rasulullah SAW  melanjutkan kisahnya.

Lalu Allah berfirman kepada orang yang mengadu tadi,
_"Angkat kepalamu..!"_

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata,
_"Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana2 sangat megah yang terbuat dari emas, dan di dalamnya terdapat singgasana yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan berlian, intan dan permata._
_Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb?_
_Untuk orang jujur yang mana, ya Rabb?_
_Untuk syuhada yang mana, ya Rabb?’_

Allah berfirman,
_"Istana-istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya."_

Orang itu berkata,
_"Siapakah yang bakal mampu membayar harganya, ya Rabb?"_

Allah berfirman,
_"Engkau juga mampu membayar harganya._

Orang itu terheran-heran, sambil berkata,
_"Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?"_

Allah berfirman,
_"Caranya, engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku."_

Orang itu berkata,
_"Ya Rabb, kini aku memaafkannya."_

Allah berfirman,
_"Kalau begitu, pegang tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu."_

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah saw. bersabda,
_"Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin."_

(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad sohih)

0 comments

Khutbah Jumat Menyambut Ramadlan Dengan Qalbun Salim dan Bahagia



Khutbah Jumat
Menyambut Ramadlan Dengan Qalbun Salim

إنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِاللهَ فَهُوَ اْلمُهْتَدُ وَمَنْ يُظْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِياًّ مُرْشِدًا أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . أللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا  مُحَمَّدٍ وَعَلى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ. (إِتَّقُوْا اللهَ)2 حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Pada kesempatan kali ini, marilah kita berhenti sejenak meninggalkan aktifitas duniawi menuju aktifitas ukhrowi. Berhenti sejenak untuk muroqobah dan muhasabah atas apa yang telah kita lalui agar kita bisa menjadi lebih baik. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini kami mengajak pada kaum muslimin umumnya dan pribadi kami khususnya untuk selalu berusaha menjadi yang lebih baik dengan cara meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan selalu memantapkan hati untuk menjahui segala larangannya dan memantapkan keinginan untuk selalu menjalankan segala perintahnya sehingga aktifitas kita selalu bernilai ibadah. Karena kita dihadirkan ke dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah. (wa maa kholaqtul jinn wal insa illa liya’budun)
Mulia tidaknya kita di hadapan Allah, tidak ditentukan dengan banyaknya harta kita, banyaknya pengikut kita, banyaknya murid kita, tingginya pangkat kita, tetapi mulia tidaknya kita dihadapan Allah hanya ditentukan dengan kadar ketaqwaan kita kepada Allah. (inna akromakum indallohi atqokum)
Ma’asyirol Muslimin Rohimakumulloh…
Ada salah satu sahabat Rasul bernama Abu Dujanah. Nama ini menjadi fenomenal Bahkan oleh kelompok Teroris dijadikan sebagai nama alias pemimpin mereka. Abu Dujanah adalah sahabat Rasul yang pemberani dan gigih membela Islam. Hal ini terlihat dalam perang Uhud dan perang Yamamah. Dalam perang Udud, ia berhasil mendapatkan pedang penghargaan dari Rasulullah. Sebelum perang Uhud dimulai, Nabi Muhammad SAW mengobarkan semangat pasukannya dengan mengangkat pedang tinggi-tinggi, seraya bersabda, "Siapakah di antara kalian yang ingin memegang pedang ini, dan memberikan sesuatu yang pantas baginya?" Kontan beberapa sahabat segera ke depan Rasul. Di antaranya adalah Abu Dujanah dan Dia bertanya, "Ya Rasul, apa yang pantas bagi pedang ini, dan bagaimana kami dapat memberikan kepantasan itu?". Rasul menjawab, "memanfaatkan pedang ini untuk bertempur sampai pedang ini melengkung." Abu Dujanah dengan sigap berkata, "Saya bersedia membayarkan yang pantas baginya." Dan ia pun sangat gembira menyambut perang dan mendapat kehormatan menggenggam pedang "kepercayaan" Rasulullah SAW. Dan pada saat perang Uhud, ia menjadi perisai untuk melindungi Rasulullah.
Dan Setelah wafatnnya Rasulullah, Abu Dujanah bersama Wahsyi berhasil membunuh Nabi palsu bernama Musailamah al-Kadzdzab dalam perang Yamamah.
Ma’asyirol Muslimin Rohimakumulloh…
Saat menjelang ajalnya Abu Dujanah sakit keras. Para sahabat yang lain pun berkunjung kepadanya. Menakjubkan, walaupun wajahnya pucat pasi, Abu Dujanah tetap memancarkan cahayanya, bahkan hingga akhir hayatnya. Para sahabat sempat bertanya, “Apa yang menyebabkan wajah anda bercahaya?”Abu Dujanah menjawab, “Pertama, aku tidak pernah berbicara tentang sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Kedua, aku selalu menghadapi sesama kaum muslimin dengan hati yang bersih.”
Ma’asyirol Muslimin Rohimakumulloh…
Kisah tentang Abu Dujanah ini, memberikan pelajaran pada kita bahwa menjadi muslim yang sejati haruslah disertai dengan hati yang bersih (qobun Salim), hati yang selamat dari sifat-sifat tercela dan hati yang dipenuhi dengan sifat-sifat terpuji. Sebab hati yang bersih tidak akan menimbulkan keburukan baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.
Memiliki hati yang bersih memang tidak mudah, tapi kita harus optimis dan semangat menjadi penghuni surga hingga harus memiliki tekad yang kuat dan memohon kepada sang pemilik hati agar diberikan hati yang bersih disamping berusaha dan berlatih membersihkan hati kita. Berlatih tidak mudah marah, berlatih menjadi pemaaf, berlatih untuk tidak mendengki orang lain, dan lain sebagainya. Termasuk berlatih untuk tidak menebar benih-benih kebencian mengingat saat ini betapa mudahnya tangan-tangan manusia menulis dan menyebarkan benih-benih kebencian melalui media elektronik. Padahal mereka yang menebar keburukan akan mendapatkan keburukannya itu, dan mereka yang menebar kebaikan akan mendapatkan kebaikan itu pula. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Zalzalah ayat 7-8:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil biji dzarrah-pun, ia akan mendapatkan balasannya, dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan sekecil biji dzarrah-pun, ia akan mendapatkan balasannya”
Semoga kita dijadikan Allah menjadi pribadi yang memiliki hati yang bersih. Dan semoga dengan kebersihan hati kita, Allah mentaqdirkan kita untuk menghuni SurgaNya, sebagaimana janji Allah dalam suart as-Syu’aro ayat 88-89 bahwa yang akan menyelamatkan manusia di akhirat kelak adalah mereka yang hatinya bersih:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)
Maka, dalam masa-masa menyambut Bulan Ramadlan yang akan dating beberapa hari lagi, marilah marilah kita sama-sama berusaha untuk melatih hati kita agar menjadi hati yang bersih dari sifat-sifat tercela dan melatih hati kita agar menjadi hati yang penuh dengan sifat-sifat kebaikan. Sebab puasa yang sejati adalah puasa lahir dan batin. Puasa lahir adalah dengan menahan makan dan minum. Sedangkan puasa batin adalah menjaga diri dari perbuatan yang dapat menghilangkan pahala-pahala dan keistimewaan puasa ramadlan. Dalam kitab Durrotun Nasihin dikatakan:
«خَمْسَةُ أَشْيَآءَ تُحْبِطُ الصَّوْمَ اَيْ تُبْطِلُ ثَوَابُهُ: اَلْكَذِبُ، وَالْغِيْبَةُ، وَالنَّمِيْمَةُ، وَالْيَمِيْنُ الغُمُوْسُ، وَالنَّظْرُ بِشَهْوَةٍ» (درة الناصحين)
“Lima hal yang dapat menghilangkan pahala puasa, yaitu; dusta, ghîbah (bergunjing), adu domba, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat.” (Durratu an-Nâshihîn)
Ma’asyirol Muslimin Rohimakumulloh… Kelima hal tersebut bersumber dari hati yang jelek, hati yang tidak salim. Oleh karenanya, marilah kita mulai berusaha menata hati termasuk juga dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadlan.
Pelajaran yang kedua yang dapat diambil dari kisah Abu Dujanah adalah bahagia dalam menyambut ibadah di jalan Allah. Sebab ketika bahagia telah ada dalam hati, maka sang pemilik hati akan beribadah dengan semangat dan sepenuh hati. Orang yang bersedih dengan datangnya ibadah maka ia akan malas untyk beribadah. Dalam kaitannya dengan Ramadlan, maka marilah kita sambut ramadlan kali ini dengan penuh kebahagiaan agar kelak kita ditaqdirkan beribadah dalam bulan Ramadlan dengan semangat dan sepenuh hati. Rasul pun bersabda:
مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ
“Barangsiapa yang bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan niscaya Allah mengharamkan jasadnya dari neraka”

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلاَمِ وَأَبْيَنَ النِّظَامِ، كَلاَمُ اللهِ اْلمَلِكِ الْعَلاَّمِ، وَاللهُ يَقُوْلُ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِ الْمُهْتَدُوْنَ، مَنْ عَمِلَ صَالحِاً فَلِنَفْسِهِ، وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا، وَمَا رَبُّكَ بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيْدِ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِىْ الْقُرْأَنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنىِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ تَعَالَى هُوَ جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرَّاءٌ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
الخطبة الثانية
اَلْحَمْدُ للهِ شكرا علي ما أنعم أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ كَمَا أَمَرَ وَألزم، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شهادة من أمن به وأسلم وحاد من كفر وأرغم ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ، اتَّقُوْا اللهَ إن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه ، وثنى بملائكته وأيه بالمؤمنين من عباده. وقال عز من قائل: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ. يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى مَلاَئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ وَأَنْبِيَائِكَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ أَجْمَعِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وارحمنا بِرَحْمَتِكَ يَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، أَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا مَا قَدَّمْنَاهُ، وَمَا أَخَّرْنَاهُ، وَمَا أَسْرَرْناَهُ، وَمَا أَعْلَناَّهُ، وَأَحْصَيْتَهُ وَنَسِيْناَهُ، وَعَلِمْتَهُ وَجَهِلْناَهُ، وَلاَتَدَعْ لَنَا أَمَلاً إِلاَّ بَلَّغْتَنَاهُ، وَلاَسُؤْلاً إِلاَّ سَوَّغْتَناَهُ، وَلاَخَيْرًا إِلاَّ أَعْطَيْتَنَاهُ، وَلاَ شَرًّا إِلاَّ كَفَّيْتَنَاهُ.رَبَّناَ اغْفِرْلَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِاْلإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ أَمَنُوْا رَبَّناَ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ، رَبَّناَ أَتِناَ فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ. إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِىْ القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُواْ اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
0 comments

Download Kitab Kitab Tentang Hukum dan Fadhilah Puasa Romadlon

Empat Belas Kitab Tentang Bulan Romadlon dan Fadhilahnya Beserta Hukum dan Fadhilah Puasa

💚 *أربعة عشر ( 14 ) كتاباً في (شهر رمضان وفضائله ، والصوم وأحكامه وأسراره وفضائله، وصلاة التراويح)*

1- [الصيامُ في المذاهب الأربعة من الفقه الإسلامي : فلسفتُه - فقهُه - أحكامهُ - أسرارهُ] للشيخ الدكتور عبد اللطيف صالح الفرفور
رابط التحميل:
https://archive.org/download/rsmrsm/smafi.pdf

2- [الصومُ : فقهُه - أسرارهُ] للشيخ الدكتور محيي الدين ديب مستو
رابط التحميل:
http://www.archive.org/download/rsmrsm/sfa.pdf

3- [الصومُ] لفضيلة الشيخ أسعد محمد سعيد الصاغرجي الحنفي (رحمه الله تعالى)

رابط التحميل:
https://archive.org/download/rsmrsm/saums.pdf

4- [التراويح أكثر مِن ألفِ عامٍ في مسجدِ النبي ] للشيخ عطية محمد سالم (رحمه الله تعالى)
رابط التحميل:
https://archive.org/download/FP56164/56164.pdf

5- [إتحافُ أهلِ الإسلام بخصوصياتِ الصيام] للإمام الحافظ أحمد بن علي ابن حجر الهيتمي الشافعي (رحمه الله تعالى)
رابط التحميل:
https://archive.org/download/FPiaiks/iaiks.pdf

6- [فقهُ الصيامِ] للشيخ الدكتور محمد حسن هيتو
رابط التحميل:
https://archive.org/download/FP71648/71648.pdf

7- [إسعافُ أهلِ الإيمان بوظائف شهر رمضان] للعلامة الشيخ حسن محمد المشاط (رحمه الله تعالى)
رابط التحميل:
https://archive.org/download/FP97286/97286.pdf

8- [مَقاصدُ الصومِ] للإمام شيخ الإسلام سلطان العلماء عز الدين بن عبدالسلام الشافعي (رحمه الله تعالى)
رابط التحميل:
https://archive.org/download/sesasesa/mksa.pdf

9- [إتحافُ الأنام بأحكام الصيام] للدكتور زين بن محمد بن حسين العيدروس
( دراسة فقهية مقارَنة - مع ذكر المسائل المعاصرة بالدليل والتعليل وأسلوب معاصر )
ومعه أربع رسائل:
1- تأملات في آيات الصيام
2- الدرر الحسان من فوائد ختم القرآن
3- الدعاء في رمضان
4- أسماء شهر رمضان

رابط التحميل:
http://archive.org/download/Ithaf-Alanam/%20الأنام%20بأحكام%20الصيام.pdf

رابط بديل:
https://www.mrkzgulf.com/do.php?id=530291

10- [مِن أحوالِ رَمضانَ وليلتهِ المبارَكة] للشيخ السيد عباس السيد فاضل الحسني السامرائي (حفظه الله)
رابط التحميل:
http://www.mediafire.com/download/uw1wr3tgl82w4o3

11- [البضائعُ الغاليةُ الأثمانِ فى التزودِ لشهر رمضان] جمع وترتيب وتعليق الشيخ سقاف بن علي العيدروس
رابط التحميل:
https://archive.org/download/10908/10908.pdf

12- [كتابُ الصيامِ] إعداد: دار الإفتاء المصرية
رابط التحميل:
http://www.mediafire.com/download/w8nlul84aj1v3h2

13- [شهرُ رمضان] للشيخ الدكتور عبدالحليم محمود الأزهري (رحمه الله تعالى)
رابط التحميل:
https://archive.org/download/abdelhalimmahmoud/ramadane.pdf

14- [الصيامُ : آدابهُ - مطالبهُ - فوائدهُ - فضائلهُ] للمحدث الشيخ الإمام عبدِالله سراج الدين الدين الحسيني (رحمه الله تعالى)
رابط التحميل:
https://archive.org/download/sirajeddine/siyam.pdf

0 comments
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. EKSPLORIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger